Rabu, 22 Februari 2017

Debit Air Bendung Katulampa Masih Berstatus Siaga Empat


Arahkompas.com -  Ketinggian muka air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/2/2017) pagi bertahan pada status siaga empat banjir atau dengan ketinggian 50 centimeter, yang masih berada di batas aman.

"Pukul 05.00 WIB tinggi muka air di Bendung Katulampa bertahan 50 cm, atau siaga empat banjir untuk wilayah Jakarta," kata Kepala Penjaga harian Bendung Katulampa, Andi Sudirman.

Menurut Andi, selama tiga hari terakhir ni ketinggian muka air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa berstatus siaga empat banjir atau bertahan 50 cm. Kondisi ini seiring dengan hujan gerimis yang mengguyur kawasan Puncak.

Dari tanggal 19 Februari 2017 ketinggian permukaan air di Bendung Katulampa bertahan 50 cm, situasi di kawasan Puncak mendung tipis sampai pukul 21.00 WIB. Kondisi tersebut terus bertahan keesokan harinya.

Senin (20/2) pagi, pukul 05.00 WIB tinggi muka air Sungai Ciliwung di bendung masih bertahan 50 cm. Hujan gerimis tipis masih mengguyur kawasan Puncak selama seharian. Hingga pukul 21.00 WIB terjadi kenaikan muka air mencapai 60 cm.

Selasa dinihari, terjadi penurunan tinggi muka air bertahan di tingkat 50 cm. Hingga Selasa pagi, pemukaan air masih bertahan siaga empat banjir.

"Kami terus menginformasikan kenaikan permukaan air di Bendung Katulampa kepada BPSDM Pemprov Jawa Barat dan juga Pusdatin Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta," katanya.

Menurut Andi, selama bulan Februari merupakan puncak musim hujan, wilayah Bogor akan diguyur hujan dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat sehingga akan berdampak naiknya permukaan air Sungai Ciliwung yang datang dari kawasan Puncak.

"Kami terus mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran Ciliwung untuk mewaspadai kenaikan muka air secara tiba-tiba, sehingga dapat diantisipasi agar tidak terjadi korban jiwa," katanya.

Andi mengatakan, selama puncak musim hujan pihaknya memberlakukan pengawasan 24 jam melibatkan enam petugas penjaga pintu air yang secara bergiliran melakukan pemantauan dan pelaporan tinggi muka air setiap jam nya, dan setiap ada kenaikan.

[Republika]

54 Titik Banjir di Jakarta Sebabkan Ribuan Rumah Terendam


Arahkompas.com-Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat sebanyak 401 laporan mengenai banjir di Jakarta hingga Selasa (21/2/2017) pagi ini. Akibat hujan dengan intensitas tinggi, ribuan rumah dan jalan dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 150 centimeter.

"Terdapat 54 titik banjir dan genangan yaitu di Jakarta Selatan 11 titik, Jakarta Timur 29 titik, dan Jakarta Utara 14 titik," jelas Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilis yang diterima Tirto.

Sejumlah titik banjir dan genangan air ini disusun BNPB dari informasi lewat platform Petabencana.id dan laporan banjir dari aparat di lapangan.

Sutopo menambahkan, banjir lebih disebabkan karena drainase perkotaan yang tidak mampu menampung aliran permukaan. "Selain itu juga disebabkan luapan dari sungai yang naik Siaga 1 dan 2 sehingga aliran permukaan dari drainase tidak dapat dialirkan ke sungai," paparnya.

Untuk diketahui, banjir juga merendam wilayah di Bekasi yaitu Jakasetia dan Jakasampurna, sedangkan banjir di Tangerang terpusat di Pondokranji.

Sementara itu, di antara titik banjir yang lain, Cipinang Melayu Jakarta Timur merupakan daerah yang cukup parah dengan ketinggian bervariasi antara 70-150 centimeter.

Hingga Selasa pukul 08.00 WIB daerah-daerah yang terendam banjir adalah sebagai berikut.

Jakarta Selatan
1. JOR Arah Pondok Indah, Jakarta Selatan 30 cm
2. Duta Indah Blok M, Jakarta Selatan 32 cm
3. Komp. Kejagung Blok H, Jakarta Selatan 30 cm
4. Kalibata City, Jakarta selatan 30 – 40 cm
5. Mampang, Jakarta Selatan 20 – 50 cm
6. Simprug Golf Senayan,Jakarta Selatan 15 cm
7. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 40 cm
8. Jl. Pancoran Barat, Jakarta Selatan 40 cm
9. Jl. Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Selatan 20 – 30 cm
10. Stasiun Tebet, Jakarta Selatan 20 – 40 cm
11. LAN Pejompongan, Jakarta Selatan 30 cm.

Jakarta Timur
1. Kebon Pala, KP. Makasar Jakarta Timur 40 cm
2. Pondok Kelapa, Pemukiman Rumah Lampiri 30–50 cm
3. Kompleks Bilimun 70 cm
4. Jl. Pondok Kelapa, Jakata Timur 20–30 cm
5. Pondok Kelapa, Lembah lontar, Jakarta Timur 100 cm
6. Pondok Kelapa, Lembah Nyiur, Jakarta Timur 30 cm
7. Taman Malaka Selatan 3, Jakarta Timur 100 cm
8. Jl. Pendidikan Raya, Jakarta Timur 50–60 cm
9. Rumah Sakit Duren Sawit, Jakarta Timur 40–50 cm
10. 8 titik di Klender, Jakarta timur 10–20 cm
11. 2 titik di Duren Sawit, Jakarta Timur 20–30 cm
12. Perumnas Klender, Jakarta Timur 50 cm
13. Rw 5 Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur 40 cm
14. Kawasan Indutru Pulo Gadung, Jakarta Timur 10–12 cm
15. Kel. Rawa Teratae, Jakarta Timur 40–60 cm
16. Perumahan Jatinegara Indah, Jakarta Timur 30 cm
17. Pulogebang PHP, Jakarta Timur 20–30 cm
18. Cakung Timur, Jakarta Timur 30 cm
19. Cakung , Jakarta Timur 30 – 40 cm
20. Garden City Cakung, Jakarta Timur 40 cm
21. Komp. Keuangan, Jakarta Timur 20 cm
22. Layur, Jakarta Timur 14 cm
23. Jalan Balai Pustaka, Jakarta Timur 50 cm
24. Jalan Pemuda, Rawa Mangun, Jakarta Timur 20 cm
25. Jl Rawa mangun, Jakarta Timur 30 cm
26. Pulomas Kayuputih Jakarta Timur 40 cm
27. Kel. Kayuputih, Jakarta Timur 10 – 15 cm
28. Kayumas Utara, Jakarta Timur 40 cm
29. Kayu Manis I, Jakarta Timur 30 cm.

Jakarta Utara
1. Pulo Nangka Timur, Jakarta Utara 30 cm
2. Kelapa Gading, Jakarta Utara 20 – 30 cm
3. Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara 40 cm
4. Komp. Janur Indah, Jakarta Utara 15 – 25 cm
5. RS Mitra keluarga Kelapa gading barat, Jakarta Utara 25 cm
6. Bulevard MOI, Jakarta Utara 28 cm
7. Pegangsaan, Jakarta Utara 2 60 cm
8. Rw. 12 Pegangsaan 2, Jakarta Utara 40 cm
9. Tugu Utar Pelumpang, Jakarta Utara 80 cm
10. Kel. Laboa Kec. Koja 20-80 cm, Jakarta Utara (dua titik)
11. Pasar Rebo, Jakarta Timur 50 cm
12. Kel. Ciracas, Jakarta Timur 40 – 90 cm
13. Kel. Kramat Jati, Jakrata Timur 60 cm
14. Kel. Pondok Gede, Jakarta Timur 20 – 70 cm

[Republika]

Hujan Deras, BMKG Prediksi Potensi Puting Beliung


Arahkompas.com - Sepekan terakhir, hujan deras mengguyur hampir merata di Kotawaringin Timur, khususnya Sampit. Sehubungan dengan hal itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, untuk mewaspadai hujan deras disertai puting beliung yang berpotensi terjadi hingga sebulan ke depan terkait puncak musim hujan di daerah itu.

"Kami meminta masyarakat waspada saat cuaca buruk. Puncak hujan diperkirakan pada akhir Maret hingga awal April," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit Nur Setiawan di Sampit, Selasa, (21/2/2017) seperti dilansir dari Antara.

Pada Selasa pagi, BMKG mencatat hujan deras disertai guntur terjadi sejak pukul 07.00 WIB dan diperkirakan berlangsung hingga pukul 09.00 WIB.

BMKG secara rutin merilis perkembangan prediksi cuaca, terlebih saat munculnya potensi cuaca buruk seperti hujan deras disertai angin kencang dan petir.

Informasi peringatan dini itu terus diperbarui agar masyarakat bisa lebih waspada dan mengantisipasi dari berbagai kejadian buruk.

Nur Setiawan menyebutkan berdasarkan informasi dari BMKG pusat, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam puncak musim hujan sehingga peningkatan intensitas curah hujan masih terjadi.

Dengan potensi curah hujan tinggi pada periode Februari ini, katanya, potensi hujan lebat harian dapat meningkatkan peluang terjadinya bencana hidrometeorologi.

Meskipun demikian, katanya, frekuensi hujan yang cenderung meningkat lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lokal, sedangkan secara umum sejak Januari tidak terdapat fenomena cuaca global yang signifikan seperti Indian Ocean Dipole (IOD), seruakan dingin, maupun gelombang tropis yang hampir seluruhnya dalam kondisi netral.

Ia mengatakan pada periode kali ini, perlu memperhatikan perkembangan dinamika cuaca lokal dan regional.

Dari tinjauan kondisi atmosfer beberapa hari ke depan, terdeteksi aliran udara basah dari Samudera Hindia yang menyebabkan wilayah Sumatra bagian selatan, Banten, Jawa Barat, dan Jabodetabek cenderung dalam kondisi yang cukup basah.

Munculnya area perlambatan dan pertemuan angin mengakibatkan kondisi udara menjadi tidak stabil sehingga menyebabkan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan petir.

Kondisi tersebut didukung dengan kuatnya monsun Asia yang menyebabkan batas wilayah udara basah terkonsentrasi di sekitar pesisir selatan Jawa.

Suhu muka laut (SML) di Samudera Hindia selatan Jawa Barat pada 12-19 Februari 2017 berkisar antara 28-30 derajat Celsius, dengan anomali SML 2-4 derajat Celsius. Kondisi itu mengindikasikan suplai uap air sebagai pendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Barat dan Sumatra relatif tinggi.

Nilai kelembaban relatif di wilayah Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Papua Barat pada lapisan 850 dan 700 milibar umumnya bernilai lebih dari 70 persen, menunjukkan bahwa kondisi udara basah yang berpotensi terhadap pertumbuhan awan-awan hujan cukup signifikan di wilayah tersebut.

BMKG memperkirakan potensi hujan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan, khususnya di wilayah pantai barat Sumatra, Sumatra bagian utara, Sumatra bagian selatan, Bengkulu, Riau, Lampung, Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi bagian tengah, Sulawesi bagian selatan, dan sebagian besar Papua.

"Prediksi cuaca dari BMKG pusat itu mencakup keseluruhan, termasuk kita di Kabupaten Kotawaringin Timur. Dengan melihat kondisi ini, kami meminta masyarakat waspada terhadap cuaca buruk," kata Nur Setiawan.

BMKG meminta masyarakat tetap mewaspadai potensi peningkatan curah hujan yang dapat disertai angin kencang dan berpotensi mengakibatkan terjadinya banjir, tanah longsor, banjir bandang, maupun genangan.

[Republika]

Puluhan Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Sumbawa Barat


Arahkompas.com-Banjir di Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat yang terjadi sejak Selasa (31/1), sekitar pukul 14.00 Wita hingga hingga Rabu (1/2)  masih merendam rumah warga. Setidaknya 36.918 jiwa menjadi korban dari banjir di Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, demikian rilis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB.

"Itu laporan sementara yang kami terima dari tim BPBD Kabupaten Sumbawa Barat pagi ini," kata Kepala BPBD Nusa Tenggara Barat (NTB) Mohammad Rum kepada Antara, Rabu (1/2/2017).

Tidak ada ada korban jiwa dan pengungsian akibat bencana ini, namun puluhan ribu warga terdampak banjir. Mereka tersebar di Kelurahan Bugis sebanyak 1.328 kepala keluarga (KK) atau 4.838 jiwa, Kelurahan Arab Kenangan 798 KK atau 4.838 jiwa, dan Kelurahan Kuang 1.854 KK atau 6416 jiwa.

Selain itu, di Kelurahan Menala sebanyak 1.882 KK atau 6554 jiwa, Kelurahan Sampir 1.252 KK atau 4266 jiwa, Kelurahan Dalam 1.216 KK atau 4.477 jiwa, Desa Sermong 328 KK atau 1.078 jiwa, Desa Temekan 335 KK atau 1107 jiwa, dan Desa Sapugara Bree 965 KK atau 3.344 jiwa.

Dari laporan yang diterima, kata Mohammad Rum, hujan masih turun di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, dengan intensitas rendah.

Ketinggian air saat ini masih bervariasi di semua wilayah tergenang banjir, mulai dari 35 centimeter hingga 1 meter.

"Hanya wilayah Desa Sapugara belum bisa dilalui karena ketinggian air hingga 1 meter," ujarnya.

Tim BPBD masih terus berada di lapangan memantau kondisi banjir dan memberikan pertolongan bagi korban.

Upaya tersebut dilakukan bersama anggota TNI dan Polri beserta unsur lainnya.

BPBD NTB juga segera menyalurkan bantuan logistik, terutama bahan pangan dan kebutuhan hidup lainnya.

[Republika]

Pejaten Jaksel Terendam Banjir Setinggi 30 Cm


Arahkompas.com-Jalan Raya Pejaten, Jakarta Selatan terendam banjir setinggi 30 cm. Banjir juga terjadi di titik lain di sekitar Jatipadang.

Menurut salah satu pasukan orange yang tengah bertugas, Awaludin, banjir juga terjadi di Jalan ketapang, depan masjid An-Nur, Jalan masjid Aridwan Dalam RT 3 RW 6, RT 11 RW 6, RT 01 RW 05 Wiraguna sekitar masjid Al-Furqon (50CM), RT 12 RW 02 kelurahan Jatipadang (60 CM). Banjir tersebut dikarenakan hujan yang mengguyur terus menerus dari semalam.

Pada sekitar pukul 10.00, banjir sudah mulai surut hingga tersisa sekitar 10 CM. Menurut Awaludin, daerah tersebut memang merupakan daerah banjir yang tidak hanya terjadi setiap setahu sekali, tetapi setiap diguyur hujan semalaman.

"Iya daerah banjir. Ini sih belum surut, tapi dah mending. Sekarang tinggal 10 CM. Sebab lainnya karena meluapnya Kali Strada," ucap dia di Jalan Pejaten Raya, Selasa (21/2).

Dari pantauan Tirto, banjir tersebut membuat lalu lintas macet dan beberapa motor terpaksa didorong.

Menurut salah seorang warga Komar (30), banjir terjadi setiap Kali hujan turun terus menerus. "Hari Minggu kemarin banjir kek gini juga. Udah biasa banjir. Hujan deras lama ya banjir. Keknya sanitasinya kurang baik sehingga merugikan warga yang kebanjiran," ungkap dia di Jalan Pejaten Raya, Jatipadang, Selasa (21/2).

Tak hanya itu, menurut Komar, banjir juga disebabkan oleh adanya air kiriman dari Bogor yang meluap sehingga meski hujan telah turun, banjir belum akan surut.

Ia berharap pemerintah provinsi berupaya terus untuk memperbaiki sanitasi maupun pengerukan kali agar warga gak kebanjiran.

Kendati Pemprov DKI telah menerjunkan banyak petugas, ujar dia, nyatanya tetap kebanjiran. Wargapun, kata dia, cuma bisa mengeluh.

[Republika]

Ribuan Rumah di Jakarta Terendam Banjir


Arahkompas.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir yang terjadi di 54 titik di Jakarta menyebabkan ribuan rumah terendam dengan kedalaman bervariasi, antara 10-150 sentimeter.

"Berdasarkan 401 laporan masyarakat mengenai banjir di Jakarta dan sekitarnya, ribuan rumah dan jalan terendam banjir," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho lewat keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, (21/2/2017) seperti dilansir dari Antara.

Sebanyak 51 titik banjir, tersebar ke sejumlah lokasi yaitu Jakarta Selatan (11 titik), Jakarta Timur (29 titik), dan Jakarta Utara (14 titik).

Menurut Sutopo, banjir disebabkan drainase perkotaan yang tidak mampu menampung aliran air di permukaan. Selain itu, disebabkan juga luapan air sungai yang naik sehingga aliran permukaan dari drainase tidak dapat dialirkan ke sungai.

Data BNPB pada Selasa, pukul 08.00 WIB, mencatat daerah-daerah di Jakarta yang terendam banjir , antara lain:

1. JOR Arah Pondok Indah, Jakarta Selatan, kedalaman 30 sentimeter.

2. Duta Indah Blok M, Jakarta Selatan, 32 cm.

3. Komp. Kejagung Blok H, Jakarta Selatan, 30 cm.

4. Kalibata City, Jakarta selatan, 30-40 cm.

5. Mampang, Jakarta Selatan, 20-50 cm.

6. Simprug Golf Senayan, Jakarta Selatan, 15 cm.

7. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, 40 cm.

8. Jalan Pancoran Barat, Jakarta Selatan, 40 cm.

9. Jalan Komplek Bank Indonesia, Jakarta Selatan, 20-30 cm.

10. Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, 20-40 cm 11. LAN Pejompongan, Jakarta Selatan, 30 cm.

Jakarta Timur: 1. Kebon Pala, KP. Makasar Jakarta Timur, 40 cm.

2. Pondok Kelapa, Pemukiman Rumah Lampiri, 30-50 cm.

3. Komplek Bilimun, 70 cm.

4. Jalan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, 20-30 cm.

5. Pondok Kelapa, Lembah lontar, Jakarta Timur, 100 cm.

6. Pondok Kelapa, Lembah Nyiur, Jakarta Timur, 30 cm.

7. Taman Malaka Selatan 3, Jakarta Timur, 100 cm.

8. Jalan Pendidikan Raya, Jakarta Timur, 50-60 cm 9. Rumah Sakit Duren Sawit, Jakarta Timur, 40-50 cm.

10. 8 titik di Klender, Jakarta Timur, 10-20 cm 11. 2 titik di Duren sawit, Jakarta Timur, 20-30 cm.

12. Perumnas Klender, Jakarta Timur, 50 cm.

13. RW 5 Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur, 40 cm.

14. Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, 10-12 cm.

15. Kelurahan Rawa Teratae, Jakarta Timur 40-60 cm.

16. Perum Jatinegara Indah, Jakarta Timur, 30 cm.

17. Pulogebang PHP, Jakarta Timur, 20-30 cm.

18. Cakung timur, Jakarta Timur, 30 cm.

19. Cakung , Jakarta Timur, 30-40 cm.

20. Garden City Cakung, Jakarta Timur, 40 cm.

21. Komplek Keuangan, Jakarta Timur, 20 cm.

22. Layur, Jakarta Timur, 14 cm.

23. Jalan Balai Pustaka, Jakarta Timur, 50 cm.

24. Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, 20 cm.

25. Jalan Rawa mangun, Jakarta Timur, 30 cm.

26. Pulomas Kayuputih Jakarta Timur, 40 cm.

27. Kelurahan Kayuputih, Jakarta Timur, 10-15 cm.

28. Kayumas Utara, Jakarta Timur, 40 cm.

29. Kayu Manis I, Jakarta Timur, 30 cm.

Jakarta Utara: 1. Pulo Nangka Timur, Jakarta Utara, 30 cm.

2. Kelapa Gading, Jakarta Utara, 20-30 cm 3. Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, 40 cm.

4. Komplek Janur Indah, Jakarta Utara, 15-25 cm.

5. RS Mitra keluarga Kelapa Gading barat, Jakarta Utara, 25 cm.

6. Bulevard MOI, Jakarta Utara, 28 cm.

7. Pegangsaan, Jakarta Utara 2, 60 cm.

8. RW 12 Pegangsaan 2, Jakarta Utara, 40 cm.

9. Tugu Utar Pelumpang, Jakarta Utara, 80 cm.

10. Kelurahan Laboa Kecamatan Koja, 20-80 cm, Jakarta Utara (dua titik).

11. Pasar Rebo, Jakarta Timur, 50 cm.

12. Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, 40-90 cm.

13. Kelurahan Kramat Jati, Jakrata Timur, 60 cm.

14. Kelurahan Pondok Gede, Jakarta Timur, 20-70 cm.

[Republika]

Banjir, Operator Jakarta-Cikampek Tutup Akses Lintasan Tol


Arahkompas.com -  Operator Jakarta-Cikampek menutup dua akses lintasan jalur tol masing-masing di KM9 B Ramp Pondokgede Timur arah Jakarta dan Ramp 8 Simpang Susun Cikunir arah Pondok Indah akibat tergenang banjir.

"Ramp Pondokgede Timur kita tutup sejak pukul 07.00 WIB karena ketinggian air di jalur lambat tergenang air hujan setinggi 50 centimeter. Untuk lajur utama masih aman," kata Petugas Sentral Komunikasi Jasa Marga Jakarta-Cikampek Chaerul Efendi, di Bekasi, Selasa, (21/2/2017) seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, genangan air di lokasi itu mencapai 500 meter dan menutup akses lalu lintas kendaraan yang akan masuk tol dari arah Cikunir menuju tol arah Jakarta.

Hingga berita ini dibuat, petugas masih menutup akses jalan di lokasi itu dan mengalihkannya menuju jalur alternatif jalan arteri masuk GT Pondokgede Barat melalui Jalan Raya Jatiwaringin masuk GT Pondokgede Barat.

Sementara itu AVP Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru dalam siaran pers yang diterima Antara di Bekasi, Selasa, melaporkan Ramp 8 Simpang Susun Cikunir arah Pondok Indah juga mengalami banjir setinggi 50 cemtimeter sejak Selasa pagi.

"Kondisi ini akibat curah hujan yang tinggi mengakibatkan terjadi genangan di lokasi," katanya.

Menurut dia, bagi pengguna jalan yang telah melakukan transaksi di GT Cikunir 4 menuju Bintara tetap dapat meneruskan perjalanan.

"Namun penguna jalan menuju Pondok Indah diarahkan untuk keluar di Kalimalang dan masuk kembali ke Jalan Tol JOR melalui GT Kalimalang 2 dengan menunjukkan struk tanpa harus kembali melakukan transaksi," katanya.

Dwimawan menambahkan, pihaknya telah mengoperasionalkan sejumlah pompa penyedot air untuk mengurangi debit air di lokasi banjir serta menempatkan petugas layanan jalan tol di titik yang terdapat genangan.

[Republika]