Ahok Disebut Anjing Oleh Oknum Anggota DPRD DKI Saat Rapat

shares



Dipublikasikan tanggal 5 Mar 2015
tindakan ahok yang sangat memalukan yang berbicara "sialan,tai" saat rapat oleh anggota DPRD dan dibalas salah satu anggota DPRD dg sebutan "anjing"

Mediasi antara DPRD DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, berakhir tanpa keputusan jelas. Sebabnya, Ahok, sapaan Basuki, meninggalkan ruangan karena melihat banyak pengakuan bohong yang dilontarkan DPRD.

Sikap Ahok yang meninggalkan proses mediasi membuatnya dihadiahi makian dari anggota dewan yang hadir. Saat dimintai tanggapannya, Ahok mengatakan sesungguhnya dia ingin membalas tapi dihalangi

"Tapi aku sudah didorong-dorong (sama petugas di Kemendagri). Padahal aku pengen balas anjing enak, tapi sudah susah," tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri mencoba melakukan mediasi antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan DPRD DKI Jakarta. Namun hasilnya tidak berjalan mulus. Karena pertemuan ini berakhir dengan kisruh.

"Woi anjing," ujar salah seorang anggota dewan yang berada di dalam ruangan.

"Jangan bohong Pak Gubernur," teriak anggota yang lain.

Anggota DPRD Fraksi PKS Selamat Nurdin mengungkapkan dalam ruangan tersebut yang marah-marah lebih dulu Ahok.

Dia menjelaskan, alasan marahnya mantan Bupati Belitung Timur itu kembali mengungkit masalah UPS dan hilangnya anggaran truk sampah dalam APBD 2013 dan 2014.

"Sebenarnya sudah mau ditutup tapi mau ada closing statement gubernur dan ketua dewan. Lalu (gubernur) membicarakan UPS," ujar Slamet.



Related Posts