'Fitsa Hats': Yang Nulis BAP itu Polisi, Kenapa Habib Novel yang Ente Bully?

shares



Jakarta - Beginilah komentar warganet terkait berita viral "fitsa hats". Seperti diketahui bersama, dalam berita di detik.com, Ahok mencela Habib Novel dengan ucapan yang meremehkan. "Nama saksinya Habib Novel. Dia kerja dari tahun 92 sampai 95 di Pizza Hut. Tapi mungkin karena dia malu kerja di Pizza Hut karena itu punya Amerika, dia sengaja menuliskan Fitsa Hats," ujar Ahok.

"Dia sengaja ubah. Ini saya kasih lihat. Saya sampai ketawa. Dia ngakunya nggak perhatikan, padahal dia tanda tangan semua," sambung Ahok sembari memegang berkas identitas Novel.

Ternyata warganet punya pandangan tersendiri perihal ucapan Ahok ini. Misalnya, fanpage Jonru punya analisa sendiri terhadap tukang bully tersebut:

"Gerombolan tanpa sumbu memang hobi mempermasalahkan hal-hal kecil, seperti typo atau salah ucap. Jauh sebelum kasus "fitsa hats' Habib Novel, dulu Haji Lulung pun pernah salah ucap "UPS" jadi "USB", dan beliau pun segera menjadi bahan bully secara sangat masif di media sosial.

Padahal Jokowi juga sering salah ucap nama propinsi, bahkan pernah berkata "I don't read what I sign," tapi mereka memaklumi dan diam saja.

Mereka memang hobi menjadikan hal-hal sepele sebagai bahan bully. Bahkan bully yang sangat keji, karena mengarah ke pembunuhan karakter.

Namun untuk hal-hal besar seperti penistaan agama oleh Ahok, janji-janji Jokowi yang tidak ditepati, makin berkuasanya aseng di Indonesia, dan sebagainya, mereka maklum semaklum-maklumnya.

Mereka rela membesar-besarkan hal-hal kecil demi membela junjungan. SEBALIKNYA, mereka rela cuek, maklum dan tidak peduli terhadap hal-hal besar, demi membela junjungan.

Mereka lebih suka membela junjungan ketimbang membela NKRI. Mereka memang BERMENTAL PENJAJAH.

NB: Nah, pasti setelah ini, para GEROMBOLAN TANPA SUMBU akan marah lagi setelah membaca frase "bermental penjajah" tersebut. Marah atas sebuah fakta alias kebenaran, karena mereka merasa ditelanjangi hehehe... "

Sedangkan warganet lain, Arda Chandra punya analisa sendiri:



"FITSA HATS... :-D

Analisa soal 'Fitsa Hats' :

1. Yang mengetik BAP adalah polisi bukan saksi yang diwawancara, maka secara lisan tentu saja suara yang keluar dari mulut saksi adalah Fitsa Hats, soal bentuk tulisan ditanyakan saja ke petugas yang mengetik.

2. Apakah saksi buta huruf sama sekali..? sehingga tidak bisa membaca apa yang ditulis..? maka silahkan ditanyakan kepada ybs apakah dia memeriksa dengan hati-hati setiap kata yang sudah diketik tersebut sebelum ditanda-tangani.

3. Kesimpulan :"Saya kira dia malu karena dia bilang tidak boleh dipimpin oleh orang yang nggak seiman, yang kafir," kata Ahok., muncul dari Ahok sendiri yang merasa mengetahui isi hati saksi.

4. yang paling penting, soal 'Fitsa Hats' sangat kecil pengaruhnya terhadap kebenaran kesaksian, yang penting untuk digali adalah : apakah Ahok benar-benar mengucapkan perkataan soal Al-Maidah tersebut di Pulau Seribu..? apakah ini suatu ketidak-sengajaan..? apakah ucapan tersebut termasuk kategori penistaan agama Islam..?

Mari fokus kesana, dan umat Islam cukup menonton lawakan pendukung Ahok yang meributkan soal sepele ini.."

Begitu pendapat warganet, bagaimana dengan anda?

Related Posts