DPR Desak Pemerintah Bentuk TPF Usut Penyiraman Novel

shares

Arahkompas.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Agus Hermanto menegaskan kasus penyiraman terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan harus segera dituntaskan oleh aparat penegak hukum. Maka dari itu dia juga mendesak pemerintah untuk segera membentuk tim pencari fakta (TPF) agar kasus tersebut segera diusut.
 Agus Hermanto
"Untuk mempercepat itu, bisa saja presiden membentuk TPF," desak Polikus Demokrat itu saat ditemui di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (27/4).

Menurut Agus Hermanto pembentukan TPF itu sama dengan apa yang dilakukan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika masih menjabat sebagai Presiden Indonesia ke enam tersebut. "Seperti kejadian spesial yang dulu pernah ada bisa saja dibentuk TPF dan ini bisa mempercepat. Tetap TPF bekerjasama dengan kepolisian dan mempercepat mengungkap siapa yang melakukan itu," kata dia.

Polisi Cari Tahu Setiap Orang yang tidak Menyukai Novel

Sebelumnya, pihak Kepolisian masih mendalami terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Itu setelah pria yang terekam dalam kamera pengawas CCTV rumah Novel ternyata tidak ditemukan keterlibatan dalam kasus Novel Baswedan tersebut.

Meski demikian, kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan dalam kondisi demikian penyidik tidak patah semangat. Polisi meyakini bahwa penyelidikan tersebut masih belum selesai. Oleh karena itu kata dia, proses pengumpulan informasi masih terus berjalan.

Penyidik akan mengumpulkan bukti sekecil apapun untuk dikroscek dan dikembangkan. Hal itu termasuk gambar orang yang terekam di dalam kamera CCTV. Penyidik mengumpulkan segala barang bukti yang laik dikembangkan dan ditindak lanjuti. (R)

Related Posts