Hasil Survei Buktikan MUSLIM MODERAT Pilih Anies-Sandi

shares

Arahkompas.com - Direktur Survei dan Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara mengatakan kalangan muslim moderat cenderung akan memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Alasannya, pasangan nomor urut tiga tersebut menguasai suara di banyak Tempat Pemilihan Suara (TPS) di wilayah mayoritas dari muslim moderat, yakni Jakarta Timur dan Jakarta Pusat. Igor meng kategorikan pemilih muslim jadi tiga, yakni pemilih muslim tradisional, muslim moderat, dan muslim sekuler.

“Muslim tradisional yang mencapai 20 persen ini adalah kalangan yang tidak akan memilih Ahok, sementara muslim sekuler juga cenderung memilih Ahok," kata Igor dalam rilis survei SPIN di Jakarta, Sabtu, 15 April 2017. "Saya kategorikan demikian karena memang begitu adanya, tokoh-tokoh dari masing kalangan juga jelas siapa," kata Igor.

Meski kecenderungan pemilih moderat memilih Anies-Sandi, Igor menilai, kelompok pemilih ini masih merupakan penentu terhadap keberhasilan salah satu pasangan calon nantinya. "Jumlah muslim moderat paling banyak diantara dua kategori lainnya, karena Ahok juga banyak didukung oleh pemilih muslim, jadi ini yang harus direbut oleh kedua pasangan," ujar Igor.

Sebelumnya, SPIN telah melakukan survei terhadap 761 responden di DKI Jakarta pada 8- 13 April 2017. Dari survei tersebut didapat hasil bahwa pasangan Anies-Sandi unggul 52 persen, sementara pasangan Basuki-Djarot hanya mendapat 43 persen suara, dan 5 persen sisanya belum menentukan pilihan, dengan margin of error yaitu sekitar 3,1 persen.

Igor mengatakan, persaingan kedua calon masih sangat sengit karena Anies-Sandi hanya unggul tipis dibandingkan Ahok-Djarot. "Itu baru hasil hari ini, masih bisa berubah saat pemilihan nantinya," kata Igor.

Hasil menarik dari survei SPIN adalah 55 persen responden menyatakan bahwa mereka ingin kebijakan Ahok-Djarot dilanjutkan. Hanya 35 persen responden yang menginginkan perubahan kebijakan.

Meski begitu, mayoritas responden justru menginginkan pemimpin baru, yaitu sebanyak 48 persen, sementara 44 persen lainnya menginginkan petahana kembali berkuasa. "Jadi mayoritas responden ingin kebijakan petahana dilanjutkan, tapi tak ingin petahana maju kembali sebagai gubernur dan wakil gubernur," kata Igor. (TMP)

Related Posts