Kalau Mau, Seharusnya Densus 88 Mudah Memburu Teroris Penyerang Novel Baswedan

shares

Arahkompas.com - Dua minggu berlalu, belum ada kabar polisi berhasil menangkap penyiram air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan. Padahal Polri memiliki pasukan pemburu teroris terbaik di dunia Densus 88. Kalangan internasional mengakui kehebatan Densus 88. Tapi mengapa memburu penyerang Novel Baswedan seperti kesulitan?

"Sampai dengan detik Ini, nyaris tidak ada titik terang siapa terorist yang menyerang Novel Baswedan. Potensi kasus penyerangan yang telah mencelakai Novel tersebut tidak jelas penyelesaiannya. Sangat terasa, mirip seperti penyerangan yang dialami oleh Tama S Langkun beberapa tahun yang lalu."

"Padahal, bila merujuk kemampuan polisi menangani kasus-kasus terorisme atau kasus kekerasan lainnya, biasanya mudah dituntaskan," beber Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar dalam keterangannya yang diterima kumparan (kumparan.com), Jumat (21/4).

Dahnil memberi saran, Presiden Jokowi semestinya memberikan perhatikan khusus pada kasus penyerangana Novel ini.

"Karena terang kasus penyerangan terhadap Novel Ini adalah ancaman terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. Agaknya Kapolri harus diultimatum Presiden untuk pengungkapan kasus Ini lebih cepat," terang Dahnil.

"Kehebatan Densus 88 agaknya bisa membantu mempercepat pengungkapan kasus ini. Presiden perlu memerintahkan Kapolri untuk mendesak Densus 88 mengungkap dan mengejar teroris yang menyerang Novel, saya yakin itu pekerjaan mudah bagi Densus 88," tutup Dahnil. (KMP)

Related Posts