KPK periksa bos perusahaan konsorsium proyek e-KTP

shares


Arahkompas.com- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini memanggil sejumlah petinggi perusahaan yang tergabung dalam konsorsium proyek pengadaan e-KTP. Mereka akan diperiksa untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah menuturkan pemeriksaan saksi hari ini yang didominasi oleh pejabat perusahaan konsorsium e-KTP guna mendalami pembahasan apa saja dalam perencanaannya sebelum kasus ini terbongkar dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 2,3 triliun.

"Penyidik ingin mendalami lebih lanjut mengenai proyek ini, salah satunya (pendalaman keterangan) dari perusahaan yang hari ini dipanggil," kata Febri, Jumat (7/4).

Saksi yang dipanggil hari ini adalah Abraham Mose mantan Direktur PT Len Industri, Arif Safari mantan Direktur PT Sucofindo, Dedi Priyono wiraswasta home industri jasa elektroplating, Isnu Edi Wijaya Direktur Utama Perum pnri 2009-2010, Enderman Taufik konsultan IT PT Sucofindo tiga Perkasa, Rudi Indarto pensiun PNS Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Sebelumnya pada persidangan ketujuh kasus korupsi e-KTP di pengadilan negeri Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (6/7) terungkap bahwa Andi Agustinus alias Andi Narogong yang juga merupakan salah satu tersangka dari kasus ini mengatur pertemuan dengan beberapa perusahaan konsorsium di ruko miliknya yang beralamatkan di Graha Mas Fatmawati Blok B Nomor 33-35 Jakarta Selatan. Fakta ini disampaikan oleh Anang Sugiana Sudiharjo Direktur Utama PT Quadra Solution.

Anang juga menyebutkan bahwa Andi memiliki peran untuk memecah konsorsium sebanyak 3 konsorsium konsorsium Astragraphia dan konsorsium Murakabi Sejahtera. Dalam pertemuan itu juga dibahas dan diatur sedemikian rupa pemenang tender konsorsium untuk proyek ini yakni PNRI.

"Apa ada peran Andi memecah konsorsium?" tanya Jaksa kepada Anang saat persidangan kemarin.

"Iya ada," jawab Anang.

Jaksa penuntut umum KPK pun mulai membuka pintu baru di persidangan guna membongkar persekongkolan jahat terkait proyek e-KTP. Pekan depan Jaksa KPK mulai menghadirkan perusahaan yang terlibat dalam konsorsium yang merupakan anggota tim Fatmawati.

Jaksa Irene Putri mengatakan kesaksian dari anggota tim Fatmawati merupakan kesaksian penting guna menguak kasus ini. Menurutnya, dari tim tersebutlah terjadi indikasi korupsi kerugian negara mencapai Rp 2,3 triliun.

"Tim Fatmawati sangat penting karena merekalah orang-orang yang kemudian meng create terkait dengan project ini sampai dengan besarannya sampai dengan kemudian tadi yang dijelaskan Anang bahwa ada produk-produk yang sudah dikondisikan sejak awal," kata Irene seusai sidang ketujuh kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis malam (6/4).

Irene menambahkan dalam proses pengerjaannya beberapa perusahaan yang tergabung dalam konsorsium PRRI melakukan subkontrak tanpa ada surat tertulis dari terdakwa II, Sugiharto, mantan pejabat pembuat komitmen Kemendagri.

Guna menguatkan adanya persekongkolan jahat oleh tim Fatmawati dalam kasus ini, Irene mengatakan pekan depan pihaknya akan menghadirkan perusahaan yang tergabung dalam konsorsium PNRI di persidangan.

"Ninggu depan akan masuk konsorsium kita akan mulai buka persekongkolan mulai dari tim Fatmawati soal pengadaan," ujarnya.

Aktor utama yang mengatur pertemuan di Fatmawati Andi Agustinus alias Andi Narogong juga akan dihadirkan untuk memberikan kesaksiannya, termasuk Paulus Tannos direktur PT Sandipala Arthapura yang disebut telah memberikan sejumlah uang guna mempermulus proyek ini kepada Sugiharto melalui perantara Yosep sumartono.

"Ya pasti karena dia tokoh sentral dalam kasus ini Paulus tannos juga termasuk pokoknya semua yang ada di konsorsium termasuk," tandasnya.

[merdeka]

Related Posts