Akhirnya Panitia Aksi Bela Ahok di Palembang, Minta Maaf Secara Tertulis Atas Insiden "Huuu" Terhadap Adzan

shares

Arahkompas.com - Setelah mendapat kecaman luas umat Islam, akhirnya panitia aksi 1000 lilin di Palembang memohon maaf dan klarifikasi atas insiden teriakan "huuuu....." para pendukung Ahok terhadap suara Adzan pada aksi 1000 lilin di monpera Palembang, Jumat 12 mei 2017 jam 18.30 WIB

Kronologinya Begini :

1. Massa bakar lilin di Palembang dicurigai meneriaki suara adzan dengan "huuu" berkali-kali

2. Video tersebar luas. Entah siapa yang menyebarkan. Bisa jadi mereka sendiri. Bisa juga dari intelejen Muslim Cyber

3. Ummat Islam marah. Tapi karena kejadiannya baru saja, Dan penyebaran video malah lebih baru lagi, Jadi belum banyak yang paham ada apa

4. Beberapa orang wait n see. Mencari bukti kebenaran video tersebut. Sebab sekarang jaman provokasi. Pihak yang panas duluan itu yang kalah

5. Beberapa tokoh muslim di Palembang beda lagi langkahnya. Mereka langsung bergerak mengumpulkan bukti, Saksi, Dan menyusun kronologi. Setelah cukup kuat, Para pembela Islam itu segera berkoordinasi dengan aparat dan pejabat setempat

6. Ahoker panik. Video makin luas tersebar. Itu bisa sangat berbahaya. Ummat Islam yang kepalang ngamuk bisa ga mikir soal kalah menang lagi. Terlebih sikon saat ini berbeda dengan kasus Pulau Seribu dimana pelaku penistanya hanya Ahok seorang

Kali ini, Oknum massa pro Ahok memang nyaris kelewatan. Sejak Ahok dituntut untuk diadili, Mereka malah makin menjadi. Totalitas menampakkan kebenciannya pada Islam, Bahkan mengancam memecah belah negara. Soal logical fallacy dan ketololan jangan ditanya, Itu sudah jadi makanan sehari-hari

Mereka paham, Kasus Palembang bisa menjadi pemicu bagi melebarnya target kemarahan ummat Islam. Kalau tadinya hanya pada Ahok, Kali ini mungkin akan menyasar kemana-mana dan bisa membahayakan massa pro Ahok lainnya yang ga bersalah

7. Mereka bikinlah semacam video yang saya duga kuat editan. Berisi bantahan bahwa pada aksi bakar lilin di Palembang tidak terjadi penistaan simbol agama Islam. Mereka hendak membalikkan cerita kalau sebetulnya video pertama itu editan dan bisa jadi dibikin oleh oknum ummat Islam sendiri yang senang memprovokasi

8. Beberapa kawan saya termakan. Mereka meminta video yang suda tersebar luas, Ditarik dari medsos masing-masing sebagai bentuk keadilan ummat Islam

Ga salah sih. Karena memang kita ummat ini harus sabar, Ga boleh ngamuk-ngamuk ga jelas. Apalagi saat ini ada pihak yang coba mengadu domba bangsa, Dan target utamanya adalah ummat Islam. Kalau terpancing, Mati langkah kita. Jurus playing victim dan pencitraan sudah mereka siapkan. Kita tampar sekali, Guling-gulingnya bisa keliling lapangan bola

Inget Filippo Inzaghi ? Nah mereka model itu semua

9. Allahu Akbar ! Video yang saya duga kuat editan tadi hanya bertahan sehari sebagai senjata mereka menjatuhkan ummat Islam yang hari itu kepalang mereka maki-maki sebagai sumbu pendek, Otak onta, Radikal, Gampang dikomporin, Dsb

Setelah melalui proses singkat padat dan cermat, Hari ini para tokoh pembela Islam di Palembang, Melalui upaya persuasif dan kekeluargaan, Seizin Allah berhasil menuntut korlap acara meminta maaf secara tertulis, Sehingga membuktikan bahwa pada aksi bakar lilin Palembang memang telah terjadi tindakan yang melecehkan ummat Islam !

10. Faidah dari kasus ini adalah :

- Hati-hati pada provokator dan pengadu domba. Mereka bisa dari Ahoker, Bisa dari oknum ummat Islam sendiri, Bisa juga dari pihak lain

- Bersabar menerima segala berita dan menyaring seluruh informasi sebelum disebar luaskan

Disebutkan sabda Rasulullah :

‎التَّأنِّي مِن الله، والعَجَلة مِن الشَّيطان
"Menunggu dengan waspada itu dari Allah dan tergesa-gesa itu dari setan." (HR. Abu Ya'la dan Al-Baihaqi

Juga pujian Rasulullah kepada Asyajj bin Qais:
‎إنَّ فيك خصلتين يحبُّهما الله: الحِلْم، والأناة
"Pada dirimu ada dua sifat yang disukai Allah, lemah lembut dan menunggu dengan waspada." (HR. Muslim)

- Gunakan cara dan sarana yang baik untuk melawan kemungkaran. Jangan menghantam kemungkaran dengan kemungkaran lainnya

- Gerak cepat. Jangan lambat mengusut kasus-kasus penistaan agama. Bantu aparat mengumpulkan bukti permulaan. Beri mereka data yang kuat, Supaya segera diadakan upaya meredam masalah agar tidak membakar rumput negeri ini yang sudah kering

- Jangan percaya Ahoker

Dah gitu aja

Fathi Nasrullah

Related Posts