Adsense Header

"Lawan Semua Bentuk Penistaan! Jangan Berhenti di Materai 6000"

Arahkompas.com - Mati satu tumbuh seribu.
Dipenjara satu, bermunculan penista-penista baru.

Menistakan agama Islam, menistkan Al-Qur'an, melecehkan ulama seperti menjadi sebuah trend baru di negeri mayoritas muslim ini. Entah karena ikut-ikutan, sakit hati karena "jagoannya" dipenjara atau sekedar iseng kebablasan.

Sebenarnya, apapun yang kalian lakukan wahai para penista Islam dan pendukungnya, sama sekali tidak mengurangi kemuliaan agama kami. Sejahat apapun fitnah, tuduhan, pelecehan terhadap ulama hanif kami pun tidak akan melunturkan kecintaan kami kepada mereka.

Bagi orang-orang non muslim seperti Grace Sabarus, Anthonius Hutapea dan Steven "Tiko", sepertinya penistaan mereka disebabkan oleh kebencian terhadap Islam dan muslim hanif yang berlebihan, masuk akal karena mereka memang tidak memeluk Islam dan tidak tau kebaikan-kebaikan dalam Islam. Namun yang saya tak habis pikir, masih ada orang-orang yang mengaku muslim tega-teganya melecehkan agamanya sendiri, syariat agamanya sendiri, ulamanya sendiri.

Yang sedang heboh tentu saja anak-anak muda yang memparodikan dakwah syariah poligami KH.Arifin Ilham, lalu pelecehan akan syariat Islam di Aceh dalam stand up comedy oleh seorang anak muda yang padahal berasal dari Aceh. Yang lain juga ada beberapa, tapi sudah selesai dengan MATERAI 6000.

Sedih sekali saya...melihat becandaan anak-anak muda sekarang yang tidak lucu, menyinggung ranah sensitif dan menggampangkan syariah seolah itu bisa dijadikan bahan guyonan.

"Sudahlah...itu kan bercanda.", "Becande Palelu bau menyan...kata orang betawi". Bercanda mereka itu disebabkan karena tipisnya "sense of belonging" terhadap agama mereka sendiri. Mereka hanya menganggap agama cuma ritual dan seremonial belaka, lebih jauh seperti kata Dek AFI, mereka cuma menganggap agama ini sebagai Warisan orangtuanya. Namanya warisan ya bebas mau diapain aja, mau dipakai boleh, mau dijual silahkan mau dibuang juga monggo wae.

Sudah segawat itukah kondisi ummat Islam terutama generasi mudanya saat ini ??? Ya !!! Seperti tulisan saya sebelumnya "Antara AFI & Awkarin", virus Ghazwul Fikri (GF) sudah menyerang kemana-mana. Tidak hanya merusak akhlak, tapi juga pemikiran yang berujung pada menyepelekan dan mempermainkan agamanya sendiri! Wal'iyadzubillah

Bayangkan...jika virus GF yang sudah lama menyerang, ditambah virus penista agama yang lagi ngetrend...ditambah lagi respon aparat yang kurang cepat akan masalah-masalah ini, sepertinya kita akan masih terus menyaksikan agama mulia ini dipermainkan dan dilecehkan.

Satu kata...Lawan !

Lawan semua bentuk penistaan, karena sejatinya merekalah yang anti toleransi dan keberagaman. Please, jangan berhenti di materai 6000.

Hilmi Firdausi

Subscribe to receive free email updates: