Adsense Header

Meski Keluarga Cabut Permohonan Banding Ahok, Proses Banding Masih Berlanjut, Kenapa?

Arahkompas.com - Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi menyatakan pihaknya telah menerima pernyataan pihak keluarga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk mencabut permohonan banding.
Meski Keluarga Cabut Permohonan Banding Ahok, Proses Banding Pihak JPU Masih Berlanjut

Meski demikian, Hasoloan juga tidak mengetahui alasan terkait pencabutan pengajuan banding yang dulu sempat digembar-gemborkan pihak tim penasihat hukum Ahok.

"Jadi kita menerima pernyataan mencabut permohonan banding, dalam permohonan pencabutan banding tersebut kita tidak melihat ada alasan pencabutan. Karena tidak tercantum di dalam alasannya," kata Hasoloan saat dikonfirmasi.

Surat sejumlah dua lembar tersebut diajukan oleh tim kuasa hukum Ahok dan ditujukan kepada Ketua PN Jakut, Dwiarso Budi Santiarto yang juga menjadi Ketua Majelis Hakim yang menangani kasus penodaan agama.

Isi surat tersebut hanya menjelaskan tentang pencabutan banding yang ditandatangani oleh kuasa hukum Ahok tanpa menyertakan alasan yang jelas.

Kendati demikian, sambung Hasoloan, penasihat hukum telah mencabut permohonan banding, namun proses banding masih tetap berlanjut.

Hal tersebut lantaran pihak dari Jaksa Penunut Umum (JPU) masih mengajukan banding dan belum mencabut permohonan banding.

"Perkara ini masih berproses karena Jaksa (juga) mengajukan banding. Jadi permohonan banding Itu kan hak masing-masing. Baik itu jaksa maupun terdakwa," ujarnya.

Proses penangguhan penahanan, saat ini menjadi ranah Pengadilan Tinggi DKI sebagau pihak yang memiliki otoritas untuk pengajuan proses banding.

Seperti yang diketahui, tak seperti pada perkara yang lain, pihak JPU juga turut mengajukan banding untuk meringankan hukuman Ahok yang divonis selama 2 tahun kurungan penjara.

Dikatakan oleh Juru Bicara Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Nirwan Nawawi, alasan JPU yang juga mengajukan banding lantaran vonis lebih berat daripada tuntutan mereka yakni selama satu tahun kurungan penjara.

"Satu alasan jaksa mengajukan banding adalah putusan majelis hakim yang memvonis Ahok 2 tahun penjara lebih berat ketimbang tuntutan jaksa," kata Nirwan. (WAR)

Subscribe to receive free email updates: