Adsense Header

Rakyat Minta Usut Tuntas Dugaan Dana Pengembang Reklamasi ke Aksi Bela Ahok, Polisi Malah Bilang Begini

Arahkompas.com - Belakangan aksi massa pro Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok gencar digelar. Massa yang mayoritas mengenakan baju kotak-kotak ini meminta agar Ahok tidak dipenjara.

Namun banyak yang mencurigai ada aliran dana ilegal dalam aksi itu. Diduga massa dikerahkan dari aliran dana tersebut.

Menyikapi hal itu, polisi kini menunggu laporan masyarakat. "Kalau mempunyai informasi berkaitan hal itu (aliran dana) yang diduga melanggar pidana silahkan laporkan ke Polri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Minggu (14/5).

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini menambahkan, polisi belum bisa melakukan langkah hukum, terkait adanya dugaan pelanggaran dalam aksi massa pro Ahok.

Karena sampai sekarang mereka belum ada temuan maupun laporan pelanggaran pidana maupun penyalur dana dari masyarakat dalam kegiatan unjuk rasa itu. "Sampai sekarang belum menemukan adanya pelanggaran tindak pidana di sana," kata dia. (JAW)

Sebelumnya pada 21 Juni 2016, KPK mengatakan akan mengusut aliran dana ke Teman Ahok yang diduga berasal dari pengembang reklamasi.

Hingga saat ini kejelasan kasus yang sempat ramai diberitakan belum diketahui hasilnya. Ini liputan CNN Indonesia pada bulan Juni kemarin.

KPK Akan Buat Surat Penyelidikan untuk Aliran Dana Teman Ahok

Komisi Pemberantasan Korupsi berencana membuat surat penyelidikan baru untuk menelusuri dugaan aliran dana sebesar Rp30 miliar dari pengembang proyek reklamasi Teluk Jakarta ke Teman Ahok.

Ketua KPK Agus Rahardjo‎ berkata, surat penyelidikan tersebut baru akan ditandatangani dalam waktu dekat, antara besok atau lusa.

"Surat penyelidikan baru, belum saya tandatangani. Mungkin besok atau lusa," kata Agus di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/6).

Agus menjelaskan KPK juga berencana akan bekerjasama dengan Pelaporan dan Analisis Transaksi, untuk membantu penelusuran dugaan aliran dana tersebut dalam proses penyelidikan.

Meski demikian, Agus berkata, hingga saat ini KPK belum pada tahap meminta PPATK‎ untuk melacak dugaan aliran dana tersebut. Sebab, saat ini proses penyelidikan masih berlangsung.

"Jadi, kalau kami mencurigai seseorang, kami bisa tanya ke PPATK bagaimana performa dari orang ini, ada berapa rekening misalnya. Tapi kami belum sampai ke sana," kata dia.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif‎ menambahkan, pihaknya masih dalam proses penyelidikan untuk mengumpulkan bahan dan keterangan dugaan aliran dana Rp30 miliar ke Teman Ahok.

"Kami sedang melakukan penyelidikan. 1-2 orang sudah diperiksa," ujar Laode. (CNN)

Subscribe to receive free email updates: