Tak Hormati Umat Buddha, Pendukung Ahok Demo di Berbagai Daerah di Hari Raya Waisak

shares

Arahkompas.com - Ratusan massa pendukung Ahok yang berkumpul di Mako Brimob Kelapa Dua Depok kemarin dibubarkan paksa. Pasalnya aksi mereka dianggap melanggar undang-undang yang tidak membolehkan menggelar demonstrasi di hari besar keagamaan.
Massa Aksi untuk Ahok di Medan Bubarkan Diri dengan Tertib
Sesuai ketentuan UU No 9 tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat, maka segala bentuk dukungan tidak boleh dilakukan pada hari besar keagamaan.

"Ini mengganggu umat beragama serta pengguna jalan," kata Kabag Ops Korp Brimob Depok Kombes Pol Waris Agono di lokasi, Kamis (11/5/2017).

Karenanya pihaknya membubarkan massa dengan cara membawa keluar area pintu gerbang. Puluhan anggota membuat pagar batas. Kemudian perlahan mengajak massa bergerak keluar dari area.

"Ini sebenarnya kita memberikan pelajaran pada masyarakat bahwa hari ini adalah hari raya keagamaan, kita harus toleransi," ungkapnya.

Walau sudah dibubarkan paksa, namun masih saja massa tak mau bergeser. Sehingga pihaknya terpaksa memasang kawat berduri. "Kita sampaikan dan ada imbauan. Berharap mereka mengerti," katanya.

Sementara di Medan, massa aksi solidaritas untuk memberikan dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membubarkan diri pada malam hari. Mereka membubarkan diri dengan tertib.

Pantauan detikcom di Jalan Balai Kota, Medan, Kamis (11/5/2017), massa mulai membubarkan diri pada pukul 21.30 WIB. Arus lalu lintas yang semula macet sudah berangsur lancar.

Meski hujan ringan terus mengguyur, pihak kepolisian masih berjaga-jaga di lokasi serta mengatur lalu lintas. Tampak juga petugas dari Satpol PP Kota Medan ikut mengamankan lokasi.

Di Bali, massa berkumpul di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, dengan lilin yang menyala. Massa menyalakan lilin untuk memberikan dukungan moril untuk Basuki T Purnama (Ahok).

Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (11/5/2017), seribuan orang memegang lilin dan berpakaian hitam. Banyaknya peserta aksi Malam Solidaritas untuk Ahok ini memenuhi sisi timur lapangan.

Para peserta aksi juga membawa bendera Merah Putih, spanduk bertuliskan 'Bali Bersamamu #SaveAhok', dan karangan bunga 'Keep Strong Pak Ahok'. Orator menyatakan aksi ini sebagai wujud dukungan masyarakat atas Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD '45.

"Indonesia berdiri berdasarkan demokrasi. Mayoritas dan minoritas seharusnya bukan halangan untuk bangsa ini bersatu. Apakah demokrasi masih bersama kami? Hendaknya Bhinneka Tunggal Ika kembali disuarakan!" ujar sang orator.

Aksi dibuka dengan mengheningkan cipta dan disusul dengan nyanyian Indonesia Raya. Di antara massa juga tampak sejumlah warga negara asing yang ikut dalam aksi.

Hingga pukul 18.45 WITa, orasi masih berjalan dengan menyerukan anti-anarki, anti-diskriminasi dan anti-radikalisme. Massa di bagian belakang panggung komando sempat menyerukan nama Ahok.

Usai orasi, massa mendengarkan sejumlah puisi tentang Ahok, kejujuran, premanisme dan NKRI. (DET/SIN)

Related Posts