Adsense Header

Belanja Lebih Besar dari Penerimaan, Jokowi Masih Akan TAMBAH UTANG Tahun Depan

Arahkompas.com - Tahun depan, Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih akan menambah utang. Hal ini tergambar dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal tahun 2018

Kerangka tersebut merupakan cikal bakal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, untuk kemudian dibahas dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga menjadi Undang-undang.

APBN yang dirancang oleh Jokowi tetap dengan postur defisit. Artinya belanja pemerintah lebih besar dari pada penerimaan yang didapatkan. Belanja dipatok pada rentang Rp 2.204 – 2.349 triliun dengan defisit 1,9-2,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Demikianlah dikutip detikFinance, Rabu (14/7/2017) berdasarkan data dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang disampaikan kepada Komisi XI DPR.

Untuk menutup defisit, maka pemerintah akan menerbitkan surat berharga negara (SBN) dengan estimasi 2,7-3% terhadap PDB. SBN meliputi mata uang rupiah maupun valuta asing.

Walaupun ada penambahan utang, pemerintah meyakini bahwa rasio utang tetap masih terjaga, yaitu berkisar pada angka 27-29% terhadap PDB. (DET)

Subscribe to receive free email updates: