Adsense Header

Bisakah Warna Terjelek di Dunia Membuat Anda Berhenti Merokok?

Lihatlah warna tersebut, apakah warnanya hijau atau cokelat? Warna yang bernama Pantone 448C ini dikenal sebagai warna terjelek di dunia setelah sebuah perusahaan riset marketing, GfK Bluemoon, diminta untuk membuat kemasan rokok menjadi semakin tidak menarik bagi konsumen Britania Raya.

Agensi tersebut mensurvei perokok Australia mengenai warna yang menurut mereka paling jelek dan Pantone 448C keluar sebagai pemenang. Warna yang tampak seperti campuran hijau dan cokelat ini sering kali diasosiasikan oleh para partisipan dengan kata-kata seperti "kematian", "kotor", dan "tar".

Namun, bisakah warna terjelek di dunia membuat seorang pecandu rokok menjadi malas merokok?

Sebenarnya, ini bukan kali pertama sebuah warna digunakan untuk mengubah perilaku. Sebagai contoh adalah Faber Birren, seorang konsultan warna yang pada tahun 1960-an menggunakan warna untuk mempercepat waktu istirahat para karyawan department store di toilet.

Dilansir dari CNN 26 April 2017, Angela Wright, seorang konsultan warna dan penulis buku The Beginner's Guide to Colour Psychology, bercerita bahwa dengan mengecat dinding toilet dengan warna yang serupa Pantone 448C, para karyawan department store tersebut menjadi tidak mau ke toilet.

Menurut Wright, asosiasi Pantone 448C dengan kotoran manusia membuat warna ini begitu ampuh dalam menjauhkan manusia dari tempat atau benda tertentu. "Sangat masuk akal bila bungkus rokok yang warna hijaunya mirip dengan cairan tubuh membuat orang-orang merasa sedikit mual," katanya.

Namun, tidak semua orang setuju dengan pendapat Wright. Psikolog Dr Carolyn Mair dari London College of Fashion berkata bahwa dia cukup menyukai warna Pantone 448C yang sering digunakan dalam desain interior pada tahun '70-an.

"(Pantone 448C) adalah warna yang bersahaja dan kaya. Dia sangat mengingatkanku dengan alam. Tapi aku juga tidak merokok," ujarnya.

Subscribe to receive free email updates: