Adsense Header

Ini Baru Laki! Gowes Bekasi - Ngawi Ditempuh Pria Ini Demi Bertemu Keluarga Tercinta


Arahkompas.com - Berbagai cara ditempuh sebagian masyarakat Indonesia untuk bisa merayakan Lebaran bersama keluarga besarnya di kampung halaman. Dari mulai menggunakan transportasi udara, laut dan darat meski risikonya adalah mengalami kemacetan.

Namun apa yang dilakukan Pria bernama Nardi, seorang pesepeda ini terbilang nekat dan cukup unik untuk bisa mencapai kampung halamannya, yakni dengan menggunakan sepeda untuk bisa tiba di kampung halamannya di Ngawi, Jawa Timur. Nardi yang merupakan anggota dari Panser Gowes Club (PGC) yang berasal dari Perumahan Pondok Timur Indah, Bekasi rela menempuh rute sejauh lebih dari 700 km dengan menggunakan sepeda kesayangannya.

Aksi yang memakan waktu 11 hari ini memang ditempuh Nardi untuk bisa bertemu dengan kerabat dan handai taulannya yang ada di Ngawi, Jawa Timur. Dan kini, pria yang berprofesi sebagai seorang wirausaha itu telah selesai dan kini Nardi telah tiba di kampung halamannya di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Ngawi Jawa Timur. Kepada tim Beritasatu.com, Nardi mengungkapkan aksi yang dilakukannya itu untuk mencari pengalaman baru saat melakukan mudik.

"Yang pasti ini akan jadi pengalaman berharga seumur hidup saya. Karena mengayuh sepeda sejauh 700 km lebih itu enggak mudah dan banyak tantangan serta rintangannya. Namun karena saya ingin menjelajahi lagi keindahan alam Indonesia, maka saya putuskan untuk menggowes sepeda dari Bekasi sampai ke Ngawi yang menghabiskan waktu 11 hari. Dan Alhamdulillah, sebelum Lebaran, aku sudah sampe di kampung halaman dan bisa kumpul sama keluarga," ungkap Nardi saat dihubungi, Jumat (23/6).

Ditambahkan Nardi, saat awal melakukan perjalanan dari Bekasi pada 11 Juni 2017 lalu, dirinya mengaku sempat diantar anggota kelompoknya PGC sampai ke batas Kabupaten Bekasi hingga akhirnya dia dilepas sendiri untuk menuju kampung halamannya di Ngawi.

"Saat awal sih enggak kerasa karena sampai batas Kabupaten Bekasi masih ditemani sama anggota PGC yang lain. Namun saat dilepas dan harus sendiri itu baru kerasa. Dan aku saat melakukan aksi itu memang sudah memprediksi medan yang aku tempuh. Terus enggak hanya menggowes saja, saya juga sempat mendatangi beberapa obyek wisata seperti obyek wisata Dieng, Borobudur, Prambanan dan beberapa tempat wisata lain untuk sekedar istirahat. Makanya sampainya bisa sampai 11 hari," tambahnya.

Nardi sendiri mengakui kendala yang paling berarti selama perjalanan mudik menggunakan sepeda adalah banyak daerah yang jalannya masih berlubang dan tambal sulam sehingga membuatnya agak kesulitan menyelesaikan aksinya itu. Selain itu, kurang adanya lampu penerangan jalan saat malam tiba membuat aksi mudiknya kali ini agak tersendat.

"Kendalanya cuma banyak jalan yang berlubang dan enggak rata yang menyebabkan ban sepeda jadi cepat gundul. Kendala yang lain yakni kurangnya penerangan jalan di beberapa daerah yang mengharuskan saya untuk berhenti saat malam tiba dan itu yang agak menghambat saya untuk melanjutkan perjalanan malam. Namun saya bersyukur setelah perjuangan panjang ini akhirnya saya sampai juga di Ngawi dan siap merayakan liburan Lebaran bareng keluarga," tutupnya.

Nardi sendiri mengungkapkan dirinya tak banyak mengeluarkan uang saat melakukan aksinya mudik dengan mengendarai sepeda. Bila malam tiba, dirinya memilih pelataran toko, pom bensin, Polsek, Koramil bahkan rumah penduduk sebagai tempatnya beristirahat dan untuk mengganti pakaiannya. Dan metode mudik seperti yang dilakukan Nardi ini ternyata banyak menginspirasi pemudik lain untuk merayakan hari kemenangan mereka bersama keluarga di kampung halamannya.

Sumber: BeritaSatu.com

Subscribe to receive free email updates: