Adsense Header

"Kalau Penyelenggara Negaranya Bagus, Tentu Rakyat Akan Mengikuti"

Arahkompas.com - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, mengatakan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) diharap fokus pada implementasi Pancasila di kalangan penyelenggara negara, menteri, gubernur, bupati dan TNI-Polri. ''Kalau penyelenggara negaranya bagus, tentu rakyat akan mengikuti,'' kata Zulkifli Hasan.
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan
Presiden Joko Widodo melantik sembilan orang anggota Dewan Pengarah dan seorang Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP). Berdasarkan Keputusan Presiden No 31/M/2017 tentang Pengangkatan Pengarah dan Kepala Unit Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila, Presiden Joko Widodo menunjuk 10 tokoh menduduki jabatan teresbut.

Sembilan orang Dewan Pengarah UKP PIP itu adalah Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 Jenderal Try Sutrisno, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Muhammad Mahfud MD, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj.

Kemudian ada mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Pendeta Andreas Anangguru Yewangoe, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya dan Ketua Umum Majelis Buddhayana Indonesia sekaligus CEO Garudafood Group Sudhamek.

Sedangkan selaku Kepala UKP PIP adalah cendekiawan penulis buku Negara Paripurna Yudi Latief. Yudi Latief saat ini juga merupakan Direktur Eksekutif Pusat Studi Pancasila (PSP) Universitas Pancasila.

Seperti dikutip dari Antara pada Sabtu, Ketua MPR RI juga mengingatkan agar Pancasila jangan dijadikan sebagai stigma antarsatu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya. Pancasila sejatinya harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai landasan atau pedoman pemersatu bangsa.

"Oleh karena itu, saya minta janganlah Pancasila dijadikan stigma untuk membeda-bedakan. Itu akan menimbulkan perpecahan. Pancasila seharusnya menjadi pemersatu," katanya. (R)

Subscribe to receive free email updates: