Adsense Header

Kata Kapolrestabes Surabaya Soal Foto-Foto Menghukum Anak Buahnya yang Tidur Saat Tugas

 Kapolrestabes Surabaya, Kombes M Iqbal angkat bicara soal foto-fotonya ketika memarahi dan menghukum anak buahnya yang tertidur saat bertugas jaga di Pos Pengamanan Lebaran di Ciputra World, Jalan Mayjend Sungkono, beberapa hari lalu.

Foto-foto tersebut beredar di media sosial dan menimbulkan penafsiran yang  beragam di masyarakat.

Dihubungai Surya, Iqbal mengatakan tindakan pendisiplinan yang dia lakukan terhadap anak buahnya tersebut sebagai bentuk pembelajaran terhadap anggota lain.

Menurutnya, tugas polisi di pos pengamanan adalah sebagai bentuk pelindung pelayan dan pengayom pada masyarakat.

Karena itu, dia kecewa bukan main ketika melihat empat anggota polisi yang tengah jaga itu tertidur pulas di sofa yang ada dalam pos.

Padahal saat itu jam sudah menunjukkan pukul 17.30 WIB dan kondisi Jalan Mayjen Sungkono sudah banyak kendaraan yang melintas.

Terkait foto yang tersebar di dunia maya dan menjadi viral itu, Iqbal mengatakan bahwa itu sebagai bentuk simulasi pada anggota yang tertidur.

Tangan kanan mantan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya yang seolah-olah akan menonjok wajah salah seorang polisi berpakaian preman itu diakui sebagai peragaan saja.

"Misalnya anggota yang tertidur itu sampai ada oknum tak bertanggung jawab berbuat yang tidak-tidak. Apa tidak habis. Terus terang kami tidak mau kecolongan seperti yang terjadi di Medan, ada polisi yang sampai digorok," tandasnya, Selasa (27/6/2017).



Begitu pula foto tubuh anggota polisi yang diduduki oleh kapolrestabes, adalah sebagai bentuk orang tertidur lelap diapa-apakan tidak akan terasa.

"Sebagai polisi harus berbangga. Tapi dalam kebanggaan itu harus diterapkan pada masyarakat sebagai bentuk layanan bukan tidur seperti itu," tegasnya.

Mantan Kabid Humas Polda Metro ini mengungkapkan, setelah peragaan seandainya itu ancaman teroris, keempat polisi itu disuruh push up sebanyak 25 kali kemudian disuruh menyanyikan lagu Mars Polisi.

"Mereka agar paham dan bangga serta mempunyai etos kerja yang berkobar," kata Iqbal.

Setelah mereka push up dan rasa kantuknya hilang, keempat polisi itu dihadiahi uang Rp 100.000 oleh Kapolrestabes.

"Memang niat saya dari rumah untuk cek pos itu sambil beramal," jelasnya.

Apakah hanya empat polisi itu saja yang diberi hadiahi?

Disodori pertanyaan demikian, Perwira  kelahiran Palembang itu lantas tertawa lepas.

"Jadi setiap berkunjung kemana saja, aku kasih hadiah pada anggota," paparnya merendah.

Sebagai pimpinan di Polrestabes Surabaya, ia tidak mau harus memberi pelajaran pada seluruh anak buahnya. Karena dari kelalaian yang ada akibatnya bisa fatal.

Subscribe to receive free email updates: