Adsense Header

Meski Tak Sengaja, Oknum TNI Terduga Pembakar Kitab Suci Tetap Dijadikan Tersangka

Arahkompas.com - Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George E Supit memastikan, seorang oknum anggota TNI sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembakaran kitab suci. Selanjutnya oknum TNI yang tidak disebutkan identitasnya tersebut akan menjalani persidangan di Oditur Militer Jayapura.
Warga Jayapura yang sempat mengamuk karena terprovokasi isu pembakaran kitab suci.
“Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa disidangkan dan kita akan umumkan secara terbuka kepada masyarakat,” ungkap Pangdam George Supit kepada wartawan di Gedung Negara, Sabtu (3/6) akhir pekan sebagimana dilansir dari Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group).

Dikatakan, apabila dalam proses persidangan nanti, oknum TNI ini dinyatakan terbukti bersalah, maka yang bersangkutan tetap akan diberikan sanksi sebagaimana yang diatur dalam Kitab Undang Undang Hukum Pidana Militer.

“Beberapa saksi sudah dimintai keterangan oleh penyidik Pomdam XVII/Cenderawasih diantaranya mahasiswa yang pertama kali melihat dan tokoh agama yang datang melakukan aksi protes,” jelasnya.

Pangdam kembali menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum TNI dalam kasus ini. “Meski demikian kita akan tetap mengacu pada proses hukum yang sudah berjalan. Kalau memang terbukti, pasti akan tetap dijatuhkan sanksi," tegasnya.

Gubernur Papua, Lukas Enembe juga meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menahan diri. Sebab pihak TNI dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih sedang menangani persoalan ini.

“Kita serahkan persoalan ini kepada TNI untuk diselesaikan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” ucap Gubernur Lukas Enembe di Gedung Negara, akhir pekan kemarin.

Diketahui kasus dugaan pembakaran kitab suci telah menimbulkan aksi protes ratusan warga, Kamis (25/5) lalu. Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George E Supit kala itu menjelaskan ada aktifitas bersih-bersih di rumah dinas Kasrem.

"Ada anggota yang bekerja bersih-bersih dan mengumpulkan barang-barang yang tak dipakai namun tidak diperiksa secara detail, main dilempar saja ke bak sampah lalu dibakar," jelasnya.

Pangdam Geroge Supit memastikan kembali tak ada unsur kesengajaan apalagi Kasrem beragama Katolik dan tidak mungkin membakar kitab suci. "Saya potong langsung lehernya jika ia sengaja. Pangdam langsung yang potong, jangan orang lain jika betul terjadi  kesengajaan," tegasnya.

Terkait persoalan ini, Pangdam meminta seluruh masyarakat untuk bisa bersabar dan menahan diri, serta mempercayakan proses hukum yang sedang berjalan. (JAW)

Subscribe to receive free email updates: