Adsense Header

Na'udzubillah!!! Di Sosmed Hina Nabi Muhammad, MUI, dan Ulama, Tewas Kena Angin Duduk


Arahkompas.com - Berita azab kembali datang menerpa penghina Islam. Seorang bernama Arif Fadilah ini diketahui meninggal pada 11 Juni lewat status facebook yang diunggah. Kemungkinan unggahan ini dilakukan oleh kerabatnya untuk mengabarkan si pemilik akun telah meninggal dunia.

Lalu, darimana datangnya berita kematian orang adalah bagian dari orang-orang yang menghina Islam. Kabar ramai dikalangan netizen, yang salah satunya di unggah oleh akun @ronavioleta.
Dari unggahan akun @ronavioleta memang jelas 2 hari sebelum meninggal, korban baru saja mengunggah status penghinaan kepada Habib Rizieq terkait dengan Firza Husein.
 
Unggahan hinaan-hinaan bukan saja ditujukan kepada Habib Rizieq, melainkan juga ditujukan kepada Islam. Bahkan, dalam statusnya yang lain diketahui bahwa orang ini adalah penganut aliran sesat Syiah.




Wallahu alam, apakah ini balasan langsung dari Allah kepada mereka yang menistakan Islam. Satu hal yang pasti, kematiannya datang secara tiba-tiba tepat2 hari setelah menghina Habib Rizieq. Selain itu, ujaran-ujaran kebencian pada Islam juga didengungkan secara konsisten sudah sejak lama.

Sekali wallahu alam.

Hoax atau Fakta

Kabar kematian sesesorang dua hari setelah menghina Habib Rizieq menjadi perbincangan. Pertanyaannya? Benarkah berita tersebut karena belakangan telah ramai kabar meninggalnya seseorang dengan riwayat penista agama atau penghina Habib Rizieq.

Kabar kematian ini dapat dipastikan kebenarannya. Selain, adanya status langsung dari akun facebook tersebut yang mungkin dilakukan oleh orang lain, ada klarifikasi langsung dari teman korban.

Pertanyaan lainnya adalah, apa penyebab kematian dari Arif Fadilah ini. Dari komentar temannya pula dapat diketahui penyebab kematiannya adalah angin duduk atau masuk angin.


Umur manusia memang tidak ada yang tahu pasti. Dengan cara apapun bisa terjadi Allah memanggil hambanya. Meski disayangkan, ketika nyawa dijemput ketika tidak lama menghina Ulama.

Subscribe to receive free email updates: