Adsense Header

Ngutang Ngutang Ngutang, Bayarnya Sampai Cucu Kita Belum Lunas Loh Pak!

Arahkompas.com - Sampai oktober 2017 pilihan saya saat ini adalah sama. Setelah oktober 2017 saya menentukan sikap. Ini kalimat pasti di ingat banyak teman saya. Pilihan saya saat ini adalah “masih fans jokowi” namun saya harus jujur, saya tidak suka “cara” kabinetnya mengeksekusi pekerjaan.

Bagi saya, cara yang di pilih membahayakan keuangan Negara. Yang saya tidak suka adalah “kebijakan FDI” foreign direct investment dan meminjam uang dari Negara lain di dalam membangun infrastruktur.

Ini harus saya jelaskan agar saya tidak di bully fans jokowi dengan brutal. Yang saya harus jelaskan adalah bukan infrastruktur jokowi yang saya tidak setuju, “cara pembiayaannya” yang mengunakan hutang dan “cara membangunnya” yang tergantung asing ini yang saya tidak setuju.

Saya bukan baru-baru ini saja menyuarakan ketidak sukaan ini, sejak awal menjabat (presiden) saya sudah pertanyakan dan sarankan gunakan cara lain. tetapi tidak di gubris. Lah si sontoloyo ini memang siapa, Itu pertanyaannya khan?

Kita lanjut, teruntuk para jokower, begini saya menjelaskannya.

Sewaktu di putuskan membangun infrastuktur jalanan saya bertanya ini jalan produktif atau jalan umum? Maka jawabannya : semua jalanan. Saya bilang banyak yang engak ekonomis, jebol investasi kalau pakai pinjaman. Itu satu hal, dan saya tidak mau bahas lagi. Banyak sudah tulisan saya akan hal ini.

Kedua saya tanya, multiplayer effectnya mau apa? programnya apa? ngak mungkin ujug-ujug daerah membangun mentang-mentang ada jalanan. Awalnya pasti konsumtif karena budaya produtif ,budaya industry dan manufaktur tidak ada. Ini di jawab dengan : semua sarana disiapkan KEK kawasan, pelabuhan, bandara, jalanan, rel, dan lain sebagainya. Masih infrastuktur fisik juga jawabnya yang saya bingung kok begini jawabannya. Program itu software bukan hardware?!

Argument saya apa? saya ingatkan, wahai pejabat dan penguasa : belajarlah dari srilangka !. Srilangka membangun pelabuhan deep sea port besar lengkap dan membangun bandara internasional besar lengkap. Menggunakan pinjaman china, teknologi china, persis seperti atrategi infrastruktur pak jokowi saat ini, tetapi di srilangka begitu jadi pak, yang menggunakan TIDAK ADA!!!. Sedikit sekali, sepi. Dan bangkrut lah!

Saat ini 2 aset tersebut di kelola china dan ribuan hektar lahan di minta sebagai kompensasi di tambah banyak hal lain yang semuanya hanya menunjukan kegagalan impian yang tidak berdasar study yang kuat.

Saya takut “srilangka effect” kena di proyek mercusuar infrastruktur ini. mohon mengerti ya jokower. Saya minta satu hal saja untuk ini. mana “studynya” bahwa yang di bangun ini akan terisi , terisi bagus loh ya. Bukan satu dua kendaraan.

Berikutnya yang saya pertanyakan adalah “benefit pada saat membangun”. Saat ini di bangun oleh asing (baca:china) semuanya, pekerja kasar memang lokal, secara fisik bisa argument juga, 60% local kok, tetapi mesin china, technology china, modal china, engineering china, design china. Transfer knowledge dan pengalaman? Ngak dapat banyak kita.

Kita hampir tidak mendapatkan “benefit” saat membangun. Padahal bisa kah pakai 100% Indonesia? Jawabnya bisa!!!! Tapi sudah terjadi lah.

Saya tanya sekali lagi, ini mau ujug-ujug jalanan ada, atau mau sejak prosesnya awal bangsa indoensia turun tangan. Agak pelan memang, tetapi 100% local. Sehingga multiplayer efek nya buanyak. Ngak kayak sekarang, swasta bengong, rakyat bengong nontonin keprok-keprok, tahu-tahu jalan tersedia.

Saya ngak mau itu! Saya mau yang ada multiplayer efeknya. Eh maaf saya bukan jokowi ya, saya juga bukan rinso. Duh maaf. Kalau saya ngak pakai pinjaman china, membangun ngak pakai asing. Saya pakai uang local, pakai 100% tenaga local dan barang local. Multiplayer efeknya ratusan kali dan berasa sejak awal.

Sekarang ngak berasa pak. Hanya nonton di tv, lihat di sosmed, rakyat di pinggir nonton. Study marketnya mana pak? Study teknis sudah khan? Jangan jangan tanpa program ya. Hanya bangun bangun bangun kerja kerja kerja. Tapi kok ngutang ngutang ngutang. Bayarnya sampai cucu kita belum lunas loh pak. Tahu khan bapak?.

Kepada jokower saya minta data saya ini di jawab dulu dan kalau salah silahkan saya di bully. Saya ikhlas kalau saya salah, monggo di bully. Tetapi lebih baik saya ini di rangkul di ajari. Lebih bersaudara langkah itu,karena sulit saya menyetop mengatakan sebuah fakta. #peace

Mardigu Wowiek Prasantyo

Subscribe to receive free email updates: