Adsense Header

Pemerintah Jokowi Klaim Harga Pangan Stabil Bahkan Turun Jelang Lebaran, Pencitraan atau Fakta?

Arahkompas.com - Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla berambisi untuk mewujudkan penurunan harga bahan pokok pada saat hari besar keagamaan. Pasalnya, selama ini, masyarakat selalu dibebani kenaikan harga barang menjelang hari raya tersebut.

"Presiden Joko Widodo ingin setiap hari raya ada penurunan harga," terang Mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

Dia mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mewujudkan ambisi Presiden Jokowi itu. Untuk itu Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Koperasi dan UKM membangun sinergi untuk mimpi tersebut.

Tahun ini, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengucapkan rasa syukur karena Ramadan tahun ini tidak terjadi lonjakan harga pangan yang signifikan. Menteri Amran mengatakan, kestabilan harga di Ramadan tahun ini adalah yang pertama kali terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini.

"Ini yang kita impikan sejak lama dan hari ini jadi kenyataan. Semoga ke depan ini lebih baik lagi," ujarnya.

Menteri Amran berharap, dengan stabilnya harga pangan di pasaran, bisa membuat masyarakat Indonesia beribadah dengan fokus. "Sehingga beribadah di bulan Ramadan betul-betul menikmati tanpa merasakan fluktuasi harga yang bergejolak," pungkasnya.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjamin harga pangan stabil saat Ramadan dan Lebaran. "Kalau harga oke, pokoknya bulan puasa dan Lebaran kali ini harga baik baik saja," ucap Menko Darmin.

Menko Darmin mencontohkan, harga bawang putih mulai berangsur membaik. Di bazar, bawang putih dijual di bawah harga pasar.

"Harga bawang putih yang tinggi sudah bergerak turun walaupun belum Rp 30.000 per kilogram. Tapi kalau di sini Rp 22.000, kalau di pasar masih di atas."

Berbeda dengan bawang, harga ayam dan telur dibiarkan naik. Pemerintah ingin memberi keuntungan pada peternak.

"Memang kalau telur ayam, sama daging ayam tadinya sempat jatuh, sehingga tingkat petani benar-benar sudah terlalu rendah," katanya.

"Kami memang membiarkan sedikit naik. Supaya balik harganya, mereka bisa hidup untung walaupun nggak banyak. Selama dua minggu terakhir memang kami biarkan, bahkan kami dorong."

Menteri Perdagangan saat ini Enggartiasto Lukita memastikan harga sejumlah bahan pokok stabil jelang Lebaran. Ini disebabkan pasokan yang berlebih.

"Kita bisa saksikan bersama, harganya stabil, cenderung turun," ungkapnya saat di Pasar Baru Keranggot, Cilegon, Banten.

Dia menyebut, berdasarkan pemantauan di pasar tersebut, harga daging sapi stabil dikisaran Rp 105.000 per kilogram.

"Semula Rp 120.000 sempat melonjak ke Rp 160.000, kemudian ada penurunan," katanya.

Kemudian, gula pasir dijual Rp 12.500 per kilogram atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Sedangkan bawang putih dan bawang merah dijual Rp 30.000 per kilogram.

"Yang luar biasa adalah minyak goreng curah. Kami pakai Hanya Rp 10.500, di sini dijual Rp 10.000," katanya.

Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian angkat bicara soal pergerakan harga pangan jelang Lebaran 2017 ini. Menurutnya, harga sejumlah komoditas terpantau stabil meski harga gula sedikit naik.

"Tadi juga sudah kita sampaikan stabilitas harga, alhamdulillah cukup baik. Sekarang gula yang kita sasar, naik dikit," kata Tito usai memimpin apel gerakan pasukan Ramadaniya 2017 di Monas, Jakarta Pusat.

Tito menyebut, harga kebutuhan pokok di Lebaran kali ini tidak naik signifikan. Malah ada yang mengalami penurunan harga di beberapa daerah.

"Tapi di beberapa daerah seperti di Jawa Timur, Minggu lalu saya ke sana, pak Gubernur Pak De Karwo menyampaikan justru terjadi deflasi, jadi bukan inflasi kenaikan harga tetapi penurunan," ujarnya.

Penurunan harga itu terjadi karena terjaminnya pasokan pangan dan juga pasar murah yang digelar pemerintah.

"Karena suplai cukup dari negara, pemerintah dan swasta. Sehingga tidak memberatkan masyarakat," pungkasnya. (MER)

Subscribe to receive free email updates: