Adsense Header

Ungkap Keterlibatan Jenderal Polri, Politikus PDIP Tuding Novel Ingin Rusak Reputasi Kepolisian

Arahkompas.com - Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu meminta Mabes Polri menindaklanjuti pernyataan penyidik KPK Novel Baswedan di Majalah Time.
Politisi PDIP Ini Gusar, Novel Beber Informasi Aktor Penyiraman Air Keras ke Majalah Time

Dalam wawancara dengan majalah Time saat menjalani perawatan mata di Singapura akibat penyiraman air keras orang tak dikenal dua bulan lalu, Novel Baswedan mengatakan dirinya mendapat informasi dari seseorang tentang adanya keterlibatan oknum petinggi Polri berpangkat jenderal sebagai aktor alias dalang pelaku penyiraman air keras terhadap dirinya.

"Mabes Polri bisa kirimkan kembali tim penyelidik Mabes Polri ke Singapura untuk mendalami keterangan Novel dan memanggil pihak pemberi informasi ke Novel," kata Masinton melalui pesan singkat, Jumat (16/6/2017).

Masinton mengatakan, langkah tersebut perlu segera dilakukan Mabes Polri agar tudingan tersebut tidak berkembang menjadi opini buruk terhadap institusi Kepolisian kita.

Sebaliknya, jika pernyataan Novel Baswedan tidak didukung petunjuk dan bukti yang kuat, oknum jenderal yang dituduh dan institusi kepolisian bisa menempuh upaya hukum terhadap Novel.

Politikus PDI Perjuangan itu menyayangkan pernyataan Novel di media internasional. Ia mempertanyakan tindakan Novel yang tidak terlebih dulu menyampaikan informasi tersebut kepada pimpinan KPK atau penyidik kepolisian.

"Apalagi Novel kan orang yang mengerti hukum, seharusnya tudingannya disampaikan kepada penegak hukum," kata Masinton.

Masinton menuturkan pernyataan Novel menimbulkan berbagai macam spekulasi. Masinton menuding ada motif Novel Baswedan di luar hukum untuk mencari simpati publik.

Masinton beranggapan, informasi yang Novel beber ke majalah Time untuk merusak reputasi kepolisian RI di mata internasional. Sebab selama ini kinerja Kepolisian RI mendapat apresiasi baik oleh dunia internasional dalam penanganan terorisme.

"Di sinilah perlunya Mabes Polri segera melakukan pemeriksaan terhadap Novel yang kini sedang dalam tahap penyembuhan di Singapura," kata Masinton.

Masinton mengungkapkan pernyataan kontroversial itu bukan yang pertama disampaikan oleh Novel. Sebelumnya pernyataan serampangan Novel disampaikannya dalam Persidangan Tipikor yang menuduh beberapa nama-nama anggota Komisi III DPR-RI menekan Miryam S Haryani dalam pencabutan BAP kasus e-KTP.

Masinton menuturkan tuduhan serampangan Novel terhadap nama-nama Anggota Komisi III DPR-RI menjadi pemicu bergulirnya penggunaan Hak Angket terhadap KPK.

"Anggota DPR beranggapan tuduhan sepihak Novel sebagai puncak gunung es kerja serampangan oknum penyidik KPK yang selama ini dikemas rapi agar tidak diketahui publik," kata Masinton.

Sebelumnya, Majalah Time memberitakan tentang hasil wawanvaranya dengan Novel Baswedan di Singapore General Hospital, Singapura, pada 10 Juni 2017.

Novel mengaku heran bahwa pihak kepolisian Indonesia (Polda Metro Jaya) belum juga bisa menemukan pelaku dan aktor di balik serangan air keras yang menimpanya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017, atau sudah lebih dua bulan.

Dalam wawancara dengann Time, Novel mengatakan, telah mendapat informasi dari seseorang tentang jenderal polisi yang terlibat.

Saat itu, awalnya Novel menilai informasi tersebut salah. Tapi, setelah kasus ini berjalan dua bulan dan belum kunjung terkuak siapa pelakunya, Novel berpikiran informasi yang dia dapat tersebut ada benarnya. (TRI)

Subscribe to receive free email updates: