Adsense Header

148 WN Cina Diringkus Polisi, Indonesia Jadi Markas Operasi Penipuan


Arahkompas.com - Tim Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Polri berhasil meringkus 148 WNA (Warga Negara Asing) asal China. Mereka adalah bagian dari sindikat penipuan lewat media daring.

Ke 148 WN China ini ditangkap dari tiga kota di Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya, dan Bali. Mereka menjadikan negara Indonesia sebagai markas operasinya.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono, Minggu (30/7) menyebutkan, di Jakarta, polisi berhasil meringkus 29 orang. Mereka ditangkap di sebuah rumah di Jalan Sekolah Duta Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dari sini, tim kemudian menangkap 27 orang di Perumahan Puri Bendesa, Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Penangkapan terbanyak dilakukan di Surabaya. Sebanyak 92 orang dibekuk di Bukit Darmo Golf, Surabaya.

Menurut Argo, para pelaku sindikat kejahatan itu melancarkan praktik kejahatan mereka dengan sasaran korban antara lain para pejabat China yang sedang menghadapi masalah hukum.

“Mereka memiliki database berisi orang-orang yang akan dijadikan korban,” kata Argo.

Mirip dengan kasus penipuan di Indonesia. Korban yang diperkirakan tersangkut kasus hukum, lalu dihubungi.

“Selanjutnya setelah mendapatkan database korban, salah satu pelaku menghubunginya. Pelaku hanya memberikan isu atau kabar bahwa korban tersangkut masalah hukum,” jelas Argo seperti dikutip wartakota.

Kemudian, tahap kedua, pelaku lainnya, menghubungi korban mengaku sebagai polisi, hakim, atau jaksa.

Lalu, pada tahap ketiga, pelaku lainnya lagi menghubungi korban, bahwa dirinya bisa meringankan kasus yang sedang menyangkut korban.

“Pelaku pada tahap ketiga ini meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk meringankan kasusnya,” jelas Argo.

Aksi kejahatan yang diakui para pelaku sudah dilakukan sejak Januari 2017 itu telah menghasilkan uang sebanyak Rp 5,9 triliun.

Saat ini polisi masih menelusuri cara pelaku ini masuk ke Indonesia. Polisi akan bekerjasama dengan pihak Imigrasi dan Pemerintah China untuk mengungkap kasus tersebut.

Subscribe to receive free email updates: