Adsense Header

Jasa Marga Punya Rekaman Detik-detik Pembacokan Ahli IT ITB, Polisi Tak Boleh Berdalih Seperti Kasus Novel

Arahkompas.com - Pengelola jalan Tol Jagorawi, PT Jasa Marga, memastikan pembacokan sadis yang dialami ahli IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Hermansyah di Jalan Tol Jagorawi, Halim, Jakarta Timur, terekam pada Closed Circuit Television (CCTV).

Menurut Direktur Utama PT Jasa Marga, Desi Arryani, di sepanjang ruas Jalan Tol Jagorawi termasuk di kilometer 6 halim, terdapat banyak sekali CCTV.

Sehingga apapun peristiwa yang terjadi di ruas jalan tol ini, dipastikan terekam CCTV termasuk pembacokan terhadap Hermansyah.

Hal itu dibuktikan juga dengan sangat cepatnya petugas jalan tol datang ke lokasi pembacokan Hermansyah untuk memberikan pertolongan.

"CCTV sih sangat komplit. Kalau enggak komplit enggak mungkin secepat itu kita tangani. Justru karena ada alat-alat itu kita jadi bisa cepat menyelamatkan," ujar Desi Arryani di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Senin, 10 Juli 2017.

Desi mengatakan, rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi pembacokan Hermansyah sudah berada di tangan kepolisian.

"Ya sudah tertangani ya. Kita sangat menyesalkan jelas kejadian itu," ujarnya.

Pembacokan terhadap Hermansyah terjadi Minggu dinihari, 9 Juli 2017. Dia dibacoki lebih dari lima orang di kilometer 6 Tol Jagorawi.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Kota Depok, Kompol Teguh Nugroho, dalam penyelidikan sementara didapatkan fakta baru bahwa kejadian itu berawal dari senggolan mobil pelaku dengan mobil adik korban.

Teguh menuturkan, saat itu ternyata korban tak hanya berkendara bersama istrinya saja. Tapi, juga bersama adiknya. Mereka menggunakan dua mobil.

Saat melaju di ruas Jalan Tol Jagorawi, menurut Teguh, tiba-tiba mobil pelaku menyenggol mobil adik korban.

"Jadi korban ini lagi jalan sama istri dan adiknya. Mereka dua mobil. Di tengah perjalanan di Tol Jagorawi, tiba-tiba mobil yang dikemudikan adik korban senggolan dengan orang tak dikenal. Kemudian terjadilah kejar-kejaran," kata Teguh Nugroho kepada VIVA.co.id, Minggu 9 Juli 2017.

Korban juga ikut mengejar mobil pelaku. Namun, saat korban berusaha mengejar pelaku, tiba-tiba dari arah belakang muncul satu mobil lagi dan mencegat mobil korban.

"Korban kemudian dicegat dan dari arah belakang dan depan, total dua mobil. Pelaku yang menyerbu sedangkan adiknya berhasil lolos," kata Teguh.

Menurut keterangan saksi, lanjut Teguh, pelaku penyerangan berjumlah lima orang. "Untuk lebih detil kasusnya sedang kami dalami. Ini adiknya juga sedang kita mintai keterangan," ujarnya.

Sementara itu pantauan, terdapat bekas benturan di mobil korban terutama di bagian bemper kanan dan depan. Tak hanya itu, mobil Avanza putih ini juga banyak berlumuran darah. Saat ini tim identifikasi tengah memeriksa sidik jari di mobil tersebut. (VV)

Subscribe to receive free email updates: