Adsense Header

"Karate Kid" Tampil di Wimbledon

Petenis asal Yunani, Maria Sakkari mengaku pengalamannya di kelas karate saat remaja telah membuatnya yakin dengan pilihannya pada olahraga tenis.

Sakkari, petenis asal Athens berusia 21 tahun lolos ke babak ketiga Wimbledon, Rabu (5/7/2017) dengan menyingkirkan petenis peringkat 44 dunia, Kristyna Pliskova dari Republik Ceko 6-7 (6/8), 6-4, 6-4.

Dakkari mengakui memang ada penghalaman di masa remaja yang membuatnya akhirnya menentukan pilihan ke dunia tenis. "Saat masih kecil saya mengikuti  olahraga renang, lari, ballet dan bahkan karate," katanya.

"Namun saya dikeluarkan dari kelas karate karena saya sempat tertawa dengan keras di dalam. Saat itu saya merasa suasana di dalam sangat lucu," ungkapnya. "Saya hanya ikut kakak saya, Yannis. Saya kemudian berhenti, sementara dia terus."

Sakkari lolos ke babak ketiga turnamen grand slam Australia Open, Januari lalu. Meksi begitu, prestaqsi Sakkari tidak mendapat perhatian cukup dari media massa negaranya yang masih fokus pada olahraga favorit seperti sepakbola dan bola basket.

Ibu Sakkari, Angeliki merupakan mantan petenis pro pada 1980-an.  Ia pernah mencapai babak ketiga French Open pada 1985 dan 1987. Namun Angeliki pensiun pada usia 25 tahun karena  membentuk keluarga. Angeliki juga sempat tampil di Wimbledon pada 1986.

"Sebenarnya ibu saya tidak menginginkan saya menjadi petenis profesional.  Bagi dia hidup sebagai petenis sangat berat," kata Sakkari yang memutuskan tinggal di Barcelona, Spanyol di usia 18 untuk kepentingan karirnya.

Meski berprestasi tertinggi untuk tingkat negaranya, Sakkari tahu popularitas tenis memang jauh bila dibandingkan sepakbola dan bola basket. Bahkan lingkungan terdekatnya pun kadang tak menghargainya. "Kadang saya dikenal di negara saya," katanya. "Mereka tahu Wimbledon, tetapi tenis itu berada di bawah sepakbola dan bola bakset. Bahkan lari."

Subscribe to receive free email updates: