Adsense Header

KPK Sesumbar Tersangka Baru E-KTP Diumumkan Bulan Ini


Arahkompas.com - Tersangka baru dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP) akan diumumkan bulan ini.

Begitu tegas Ketua KPK, Agus Rahardjo saat ditemui di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (11/7).

"Ya, bulan ini (penetapan tersangka)," katanya.

Meski gelar perkara kasus e-KTP telah dilakukan, Agus meminta masyarakat menunggu hasil penyidikan KPK untuk menetapkan tersangka baru. Karena penetapan tersangka membutuhkan minimal dua alat bukti kuat.

"Gelar perkara sudah dilakukan, sudah diputuskan, mungkin segera akan diumumkan. Alat buktinya kan banyak. Untuk setiap orang (alat bukti) pasti berbeda. Ya Anda tunggu saja," imbuh Agus.

Namun begitu, Agus hanya tertawa saat awak media bertanya mengenai kemungkinan anggota DPR yang akan dijadikan tersangka baru dalam kasus itu.

"Nanti pada waktunya diumumkan," tegas Agus sembari melempar tawa.

Dalam sepekan kemarin, penyidik KPK memanggil sejumlah saksi e-KTP berasal dari anggota DPR yang pernah terlibat dalam proses pembahasan anggaran proyek e-KTP tahun 2010.

Penyidik mendalami selama proses pembahasan anggaran tersebut. Juga adanya indikasi bagi-bagi uang di sejumlah anggota DPR.

"Kalau dipanggil kan selalu beberapa kali. Tidak hanya sekali. Untuk mengetahui peristiwa, mengetahui info, atau adakah aliran dana. Segala macam," pungkas Agus.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Irman dan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Sugiharto menjadi terdakwa dalam kasus ini. Keduanya, dituntut hukuman penjara masing-masing 7 dan 5 tahun.

Selain itu, KPK juga menetapkan status tersangka kepada pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong karena diduga menjadi kurir dari bagi-bagi uang ke sejumlah anggota DPR.

Sementara baru dua anggota DPR yang KPK tetapkan sebagai tersangka, yakni mantan anggota Komisi II DPR, Miryam S Haryani dan Markus Nari.

Miryam dijadikan tersangka karena diduga memberikan keterangan palsu dalam sudang e-KTP. Sedangkan Markus diduga melakukan pelanggaran karena mempengaruhi saksi untuk memberikan keterangan tidak benar saat di persidangan. [ian]

Subscribe to receive free email updates: