Adsense Header

PARAH! Ternyata Penyerang Mapolda Sumut Juga Incar Markas TNI

Arahkompas.com - Selain ditemukan 155 buku tulis untuk doktrin paham radikal, Polri juga mengungkap hasil pemeriksaan terhadap tiga terduga pelaku teror Polda Sumatera utara (Sumut).

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Rikwanto, dari pemeriksaan diketahui ternyata dua terduga pelaku lain, FP alias Yudi dan HP alias Boboy melakukan beberapa kali survei lokasi.

”Lokasi pertama Polda Sumur, lalu Markas Brimob di Sumut dan sebuah markas TNI,” jelas Rikwanto di ruangnnya, kemarin.

Dari sejumlah tempat yang disurvei, mereka memutuskan menyerang Mapolda Sumut karena dianggap yang memiliki penjagaan paling lemah.

”Mereka juga berupaya menyerang TNI. Kondisi ini tentu dikomunikasikan,” tuturnya.

Rikwanto juga mengungkapkan bagaimana kondisi Aiptu Martua Sigalingging yang menjadi korban meninggal dunia dalam serangan itu.

Terdapat belasan tusukan di tubuh Martua dan luka paling besar terdapat di dua bagian tubuh, luka sayatan di leher dan luka robekan di mulut.

”Tidak hanya menusuk, mereka juga membakar tubuh personel Polri itu. Saat itu Aiptu Martua sedang beristirahat ya,” jelasnya.

Dia mengatakan, saat ini masih terus dikembangkan dengan siapa saja yang terlibat dalam penyerangan tersebut.

Total ada tiga tersangka yang telah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua dan satu saksi yang ditangkap. ”Pemeriksaan masih berlanjut ya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, SP salah satu pelaku yang diketahui pernah bertempur di Suriah ternyata melakukan berbagai upaya untuk bisa berangkat ke daerah perang tersebut.

Sesuai keterangan terduga pelaku, dia meminjam uang Rp 20 juta dari sebuah bank BUMN untuk membiayai keberangkatannya.

”Utang itu lalu dibayar oleh istrinya,” jelasnya.

Setelah enam bulan bergabung dengan ISIS, pada 2013 SP kembali ke Indonesia dan mulai merencanakan aksinya tersebut.

”Dia merekrut semua rekannya yang berhasil ditangkap tersebut. SP ini pemimpinnya,” ujarnya. (JAW)

Subscribe to receive free email updates: