Adsense Header

Rezim MABUK UTANG, Rakyat yang Menanggung Beban Derita

Arahkompas.com - JOKOWI memang belum genap tiga tahun berkuasa. Namun, meski masih terbilang singkat, utang yang ditarik pemerintahan Jokowi luar biasa besar. Bayangkan saja, sampai April kemarin ketika usia pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menginjak dua setengah tahun, utang pemerintah sudah bertambah sebesar Rp1.062 triliun.

Angka itu melebihi utang yang ditarik pada periode kedua pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono SBY pada 2010-2014. Sepanjang rentang waktu itu, utang yang dihimpun pemerintahan SBY mencapai Rp1.019 triliun.

Pertumbuhan utang di masa pemerintahan Jokowi mencatatkan rekor baru sejak Indonesia merdeka.

“Sejak Indonesia merdeka, inilah rekor utang tertinggi,” ujar Fadli Zon, politikus Gerindra, dalam keterangan tertulisnya, Rabu pekan silam.

Nah, tumpukan utang pemerintah bakal semakin menggunung. Sebab, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017, pemerintah mematok defisit fiskal di angka 2,92%. Untuk menambal defisit sebesar itu, tentu saja pemerintah harus mencari utang baru yang besarnya bisa mencapai Rp397 triliun. Angka itu melonjak 20% dibanding defisit yang ada dalam APBN 2017 sebesar Rp330,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dengan jumlah rasio utang Indonesia saat ini sebesar 27% dari Gross Domestic Product (GDP) yang sekitar Rp 13.000 triliun, maka setiap masyarakat di Indonesia memiliki utang sebesar US$ 997 per kepala (Rp 13 juta).

Setiap anak Indonesia yang baru lahir akan menanggung utang Rp 13 JUTA.

Subsidi dicabuti, Tapi Utang terus meroket tinggi.

DULU Rakyat Disubsidi Pemerintah, SEKARANG Rakyat yang Mensubsidi Pemerintah.

(Sumber Data: SINDO Weekly, Detikcom) *** DUSTA MANA LAGI YANG KAU INGKARI??? (PI)

Subscribe to receive free email updates: