Adsense Header

Setelah Diprotes, Pelarangan Pemakaian Jilbab Paskibraka di Sibolga DIBATALKAN


Arahkompas.com - Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga mewajibkan setiap anggota Paskibra harus membuka jilbab saat upacara pengibaran bendera pada peringatan HUT RI ke-72, mendatang.
Penegasan itu disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sibolga, Haslan Efendi, didampingi pelatih dan panitia lainnya, dalam konfrensi pers panitia Pelatihan Paskibraka Kota Sibolga, Rabu, 2 Agustus 2017.

“Sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Pemuda dan Olahraga, No. 65 tahun 2015, di foto pakaian itu sendiri, tidak ada ditampilkan foto yang memakai hijab, nah sesuai dengan ketentuan itu, iya kan. Kita sepakati, karena ini tugas kita bersama, untuk selama latihan, kita benarkan untuk memakai hijab. Pada hari H (saat upacara) nanti, itu ada ketentuan petama memangkas rambut ya, sesuai dengan aturan, dan tadi disepakati untuk hari H, tidak ada yang memakai hijab. Alasanya, sesuai dengan tadi hasil ketentuan juga, pertama di Permen Pemuda dan Olahraga itu, memang tidak ada dinyatakan seperti itu, mungkin terkait juga dengan kerapian,” ujarnya.

Disebutkannya, jika pemakai jilbab tidak berkenan membuka jilbab saat hari-H, dipersilahkan tidak mengikuti kegiatan.

“Bagi yang berkenan tidak memakai jilbab boleh ikut, bagi yang tidak silahkan tidak mengikuti, karena tidak ada paksaan. Dan sampai saat ini, formasi tetap dalam formasi dari awal penyerahan kemarin, dan tidak mempengharui terhadap formasi kita, terutama adek-adek Paskibra,” sebutnya.
Pelarangan ini mendapat kecaman keras dari sejumlah masyarakat.

Tidak tanggung-tanggung, pernyataan penolakan atas keputusan membuka jilbab bagi anggota Paskibra datang dari salah seorang Kepala Dinas di Negeri Berbilang Kaum tersbut. Begitu juga salah seorang praktisi hukum ikut nimbrung dan memberikan saran agar jilbab anggota Paskib jangan dibuka.

“Saran saya jilbab jangan dilepas., kalau masalah anggaran berapa rupanya? Perlu ambil kebijakan yg tegas tetap pakai jilbab. jgn hanya wacana dan lempar tanggung jawab seolah-olah mencari pembenaran,” tulis praktisi hukum di Sibolga Mahmuddin Harahap, menanggapi status salah seorang netizen, Mirwan Tanjung,

Sementara itu, Kadis Pendidikan Kota Sibolga, Alpian Hutauruk dalam komentarnya mengatakan, jika wrga negara Indonesia diatur kebebasan haknya dalam mengamalkan agamanya.

“Memang kita heran juga, kalau masih ada yg mempermasalahkan siswa pake jilbab. Pake jilbab itu kan bagian dr pengamalan agama. Padahal menurut UUD 1945, semua warga negara berhak mengamalkan ajaran agamanya. Dan itu bagian dr pengamalan Pancasila, khususnya sila pertama. Apalagi Presiden RI, Bpk Joko Widodo, sering menyampaikan ttg kebhinekaan. Bukankah itu bagian dr kebhinekaan?”

Sementara itu, netizen lainnya, Lely Suhaira Masra, bila pelarangan menggunakan jilbab adalah bagian dari menghambat potensi anak yang berjilbab.

“Maaf,,bapak saya ikut nimbrung di koment ini,,kalaupun sudah ada perjanjian yg ijut paskib harus rela buka jilbab,,berarti menghambat potensi untuk anak yg berjilbab donk,,,sementara dia bisa dan mampu melaksanakan tugas itu,,,kami kira soal ini sudah di rembukkan di awal pemilihan calon anggota ternyata jadi begini ceritanya.saya harap ada solusi yg baik bagi semua. Semoga paskib tahun 2017 ini sukses. AAMIIN,” tulisnya.

Mendapat kecaman dari netizen, pelarangan tersebut diralat langsung oleh Walikota Sibolga, Syarfi Hutauruk, Kamis, 3 Agustus 2017.

“Saya mendapat informasi, belakangan ini sempat menjadi viral di media sosial, bahwa anggota Paskibra Kota Sibolga, dilarang pelatihnya memakai jilbab. Maka, pada kesempatan ini saya tegaskan, anggota Paskibra tidak dilarang memakai jilbab,” tegas Syarfi Hutauruk kepada wartawan.

Syarfi Hutauruk yang didampingi Sekda, M Sugeng, Plt Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Haslan Effendi, Kadis Pendidikan, Alpian Hutauruk, Kepala Bappeda, Charli Sinambela, Plt Kadis Kominfo, Mauli Badia, Asisten I, Josua Hutapea, Asisten II, Juneidi Tanjung, menambahkan, tidak ada paksaan atau keharusan bagi anggota Paskibra Kota Sibolga untuk melepaskan jilbab.

“Kita berharap, jilbabnya seragam, rapi dan kompak. Pemko Sibolga akan membantu biaya untuk pengadaan jilbab anggota Paskibra Kota Sibolga,” imbuhnya.

Ditegaskannya juga, anggota Paskibra Kota Sibolga tidak perlu takut apalagi khawatir bakal diberhentikan dari keanggotaan.

Plt Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Haslan Effendi, menambahkan, pihaknya sudah mencatat jumlah anggota Paskibra Kota Sibolga yang memakai jilbab.

“Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi,” tukasnya.

Subscribe to receive free email updates: